
NATUNA,SIJORITODAY.com — Para supir truk mengeluhkan antrian panjang imbas kelangkaan BBM jenis solar di sejumlah SPBU di Kabupaten Natuna.
Kondisi tersebut disebut telah berlangsung sekitar dua pekan dan membuat supir harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan solar.
Sejumlah supir mengaku kecewa dengan pelayanan yang mereka terima. Selain harus menghadapi antrean panjang, mereka menyebut adanya pembatasan pembelian solar hingga sekitar Rp200 ribu per kendaraan.
Kondisi semakin membuat sopir kecewa ketika mereka datang terlambat dan tidak lagi mendapatkan jatah solar. Akibatnya, sebagian supir terpaksa kembali mengantri pada hari berikutnya.
“Kalau datang terlambat, belum tentu dapat. Sudah antri lama, solar yang tersedia cepat habis,” keluh salah seorang sopir.
Para supir berharap pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab terbatasnya solar serta dasar penerapan pembatasan pembelian tersebut.
Mereka juga meminta agar distribusi solar di Natuna dapat dilakukan secara adil dan transparan sehingga kebutuhan masyarakat, khususnya para supir yang menggunakan kendaraan untuk mencari nafkah, tetap terpenuhi.
Persoalan ketersediaan solar di Natuna sebelumnya juga telah menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kebutuhan BBM masyarakat yang tinggi, kondisi geografis Natuna sebagai wilayah kepulauan, serta keterbatasan pasokan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kelancaran distribusi BBM.
Para supir berharap persoalan ini segera mendapat perhatian dari Pertamina, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya.
Mereka meminta agar tidak hanya dilakukan pengaturan antrean, tetapi juga ada solusi terhadap ketersediaan solar sehingga masyarakat tidak terus-menerus menghadapi antrean panjang.
Hingga berita ini ditulis, masih diperlukan penjelasan resmi dari pihak SPBU dan Pertamina mengenai berapa kuota solar yang diterima SPBU di Natuna, alasan pembatasan pembelian sekitar Rp200 ribu, serta penyebab stok solar cepat habis dalam beberapa hari terakhir.
“Kami berharap pelayanan BBM kembali normal dan masyarakat tidak lagi harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan solar,” harapnya.
Penulis: Evan
Editor: Nuel






































