Gudang PT. Cipta Persada Mulia perusahaan tambang pasir timah di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat. Foto : jc

LINGGA,SIJORITODAY.com– – Sejumlah anggota TNI Angkatan Darat terlihat mengawasi aktivitas PT. Cipta Persada Mulia di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat

Kabupaten Lingga. Tidak diketahui dengan pasti tujuan dan maksud keberadaan sejumlah anggota TNI AD di gudang milik perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan pasir timah tersebut.

Dari pantauan sijoritoday.com terlihat ada sebanyak 5 orang yang dikenal sebagai anggota militer di kawasan milik PT. CPM. Mereka sudah sejak 3 hari yang lalu berada di kawasan perusahan melakukan penjagaan.

Salah seorang diantara anggota TNI AD mengatakan, tidak bermaksud menghalang-halanggi atau menghentikan kegiatan perusahaan PT CPM.

”Kita hanya menjalankan perintah, untuk menjaga sumber daya alam milik negara,’’ ujar salah seorang pria berpakaian sipil bernama Email, Senin (27/3).

Didalam gudang PT. Cipta Persada Mulia terdapat pasir Timah yang di dapat dari aktifitas penambangan yang berada di pulau Pekajang Kabupaten Lingga. Saat ini ada sebanyak 390 ton pasir timah hasil pertambangan berada dalam gudang milik perusahaan.

Komandan Koramil Dabo Singkep, Kapten. Inf. E Marpuang, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya memerintahkan anggota untuk melakukan penjagaan  di PT. CPM. Namun anehnya Danramil menolak menjelaskan secara rinci tujuan keberadaan anggota TNI AD di perusahaan tersebut.

Sementara itu, Akui, salah seorang karyawan PT CPM pada sijoritoday.com menuturkan, ke-lima orang anggota TNI AD tersebut hanya duduk-duduk di dalam kantor. Mereka hanya sesekali saja terlihat keluar tanpa melakukan interaksi dengan karyawan perusahaan.

Sesuai dengan perintah bos perusahaan, Akui bersama karyawan lain sedang menyiapkan pasir-pasir timah hasil pertambangan yang hendak dibawa menuju ke Tanjung Balai Karimun untuk diolah menjadi batangan-batangan timah.

”Saya ini hanya karyawan bos suruh kami siapkan barang-barang ini nanti setelah ini kita naikan ke kapal dan lalu di bawa ke Karimun.”imbuh Akui.

Rencanya 390 ton pasir timah akan dibawa menuju  Karimun dengan mengunakan kapal Sindo Jaya yang sudah sandar di pelabuhan Sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat sejak tiga hari yang lalu. Namun terhenti akibat pihak TNI AD meminta perusahan melengkapi surat menyurat yang sah. PT CPM diduga sudah tidak lagi mengantongi izin resmi.

Pada hal 390 ton pasir timah yang hendak dibawa menuju Tanjung Balai Karimun merupkan stock pile hasil pertambangan.

Penulis : Jon Cosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here