Pasir Timah PT CPM kembali gagal dimuat ke kapal Sindo Jaya. Rencaanya hasil tambang Kabupaten Lingga tersebut akan diolah di peleburan di Tanjung Balai Karimun. Foto : jc

LINGGA, SIJORITODAY.com– – Dengan langkah terburu-buru dan menahan amarah Atan warga Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat yang merupakan perwakilan buruh Pelabuhan Sungai Buluh mendatangi Kantor PT Cipta Persada Mulia (CPM) unit peleburan timah Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat ,Kabupaten Lingga.

”Kita minta ketegasan perusahaan, kami tidak mau di permainkan lagi kasihan kawan-kawan buruh.”tegas Atan dengan nada bicara tinggi Selasa (28/3).

Kemarahan Atan disebabkan tertundanya kembali pengangkatan pasir timah dari PT CPM ke kapal Sindo Jaya yang sudah selama 5 hari sandar di pelabuhan Sungai Buluh Kecamatan, Singkep Barat.

Tertundanya pengangkatan pasir timah ini berdampak terhadap puluhan orang buruh lepas yang merupakan kuli panggul di pelabuhan tersebut, sebab sudah hampir 3 hari yang lalu mereka menunggu bongkar muat pasir timah tersebut.

”Tadi sudah diangkat ke kapal ada sekitar 3 truk yang sudah bongkar muat, namun tiba-tiba di hentikan padahal harusnya belasan truk yang lakukan bongkar muat.”imbuh sejumlah buruh yang berhasil dijumpai.

Belum di ketahui penyebab dihentikanya aktifitas bongkar muat pasir timah milik PT CPM tersebut. Sejumlah awak media yang mencoba mendatangi kantor PT CPM sempat berjumpa dengan sejumlah pria berseragam lengkap bahkan beberapa orang membawa senapan panjang.

Diduga pria-pria yang berseragam TNI AD tersebut yang melarang sejumlah truk yang sedang melakukan bongkar muat pasir timah milik PT CPM.

”Wah saya tidak tau, tiba-tiba saja truk-truk tersebut menghentikan aktifitas bongkar muat saya tidak tau apa penyebabnya.”ujar sejumlah anggota TNI AD yang engan namanya di tulis.

Pernyataan ini bertentangan dengan informasi yang di peroleh di pelabuhan bahwa aktifitas bongkar muat tersebut di hentikan oleh sejumlah oknum TNI AD.

Sejumlah karyawan maupun perwakilan PT CPM yang berhasil dijumpai juga engan memberikan komentar terkait dengan di batalkanya aktifitas bongkar muat tersebut.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, PT CPM yang bergerak dibidang pertambangan pasir timah sudah belasan tahun beroperasi di Sungai Buluh. Pasir-pasir timah tersebut didapat dari pertambangan yang sah sesui IUP yang dimiliki perusahaan yang cukup besar dan ternama di Dabo Singkep.

Namun aktivitas bongkar muat pasir timah tersebut terhenti sekitar 3 hari yang lalu di karenakan sejumlah anggota TNI AD dari Koramil Dabo Singkep melarang pihak perusahaan untuk mengirim pasir timah sebanyak 390 ton itu ke Tanjung Balai
Karimun.

”Ya itu memang anggota kita yang disana.”ujar Koramil Dabo Singkep  Kapten Inf E Marpuang tanpa mau menjelaskan secara rinci maksud dan anggotanya berada di perusahaan tersebut.

Namun berdasarkan informasi adanya kelengkapan administrasi yang kurang lengkap yang dimiliki PT CPM hingga akhirnya sejumlah anggota TNI AD melarang perusaaan tersebut mengirim pasirnya.

Penulis : Jon Cosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here