TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com – – Mengutamakan kepentingan masyarakat dalam pengabdiannya, itulah prinsip dari Ahmad Dani yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang. Pria kelahiran Medan, 15 Januari 1967 ini juga dipercayai menjadi Bendahara Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Hanura Tanjungpinang.

Ahmad Dani memang sering tampil untuk mengabdikan dirinya di tengah-tengah masyarakat. Ingin tahu cerita perjalanan Wakil Rakyat ini ? Yuk kita simak…

Pria Kelahiran Medan ini, Saat pertama kali menginjakan kakinya di Tanjungpinang, Dani awalnya bekerja sebagai tukang jaga malam pada tahun 2000 silam selama 6 bulan. Di tahun itu pula dirinya pernah tidak merasakan makan dalam 1 hari, Lika liku perjalanan Dani dapat dibilang keras sejak itu.

Setelah tidak bekerja lagi sebagai tukang jaga malam, Dani di masukan kerja di tempat Diskotik Stella di jalan bakar batu KM.2 Tanjungpinang oleh temannya dari Angkatan Laut. Selama setahun Dani bekerja diangkat menjadi Konsultan Managemen Hotel Laguna Tanjungpinang.

Ketika itu, Dani dapat mengumpulkan duit hasil dari gajinya tiap bulan lalu dia menikah dengan kekasihnya yang bernama Nurhayati seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan di karuniai seorang anak pada tahun 2002. Dua tahun menjabat Konsultan Dani keluar dari Stella, beliaupun kebingungan mencari pekerjaan. Untuk mencukupi kebutuhan istri dan anaknya sehari-hari, Dani memutuskan untuk bekerja sebagai tukang ojek di Bintan Plaza.

Seiring berjalannya waktu Karena ia sering bersosial dan berteman dengan semua kalangan manapun, Dani dapat mengumpulkan duit-duitnya selama ia bekerja lalu dia bertekad membuat usaha Diskotik dan Bliard. Melangkah dari situ Dani sudah dapat membeli rumah meskipun sederhana.

Hingga ia pun bergelut dikalangan politik pada tahun 2004 yang dipercayai oleh Daeng Muhammad Yatir sebagai Ketua Bapillu di Partai PDK. Dan pada pemilu 2008, Dani mencoba mencalonkan diri dari daerah pemilihan Tanjungpinang Barat dan Kota karena ada desakan masyarakat Tanjungpinang serta Tokoh masyarakat lainnya. Akhirnya ia terpilih dan menjadi satu-satunya mewakil partai PDK di DPRD Tanjungpinang.

Tahun 2014, Ahmad Dani pun terpaksa membuat pilihan baru lagi. Partai PDK tidak ikut lagi jadi Kontestan pemilu.  Ia pun masuk dalam daftar calon legislatif yang diusung Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Ternyata, perolehan suara Hanura di Kota Tanjungpinang cukup signifikan. Bahkan,di banding sebelumnya, perolehan suara partai yang dibesar Jenderal (Purnawirawan) Wiranto ini jauh meningkat. Pada periode sebelumnya, anggota DPRD Tanjungpinang dari Partai Hanura hanya dua orang, pada periode 2014-2019 melonjak menjadi empat orang.Otomatis, dengan meraih empat kursi, Hanura pun menduduki peringkat ketiga. Di sinilah, partai yang mempunyai jargon “Saatnya Hati Nurani Bicara” ini mendapat kesempatan menempatkan kadernya menjadi Wakil Ketua II DPRD Tanjungpinang, Ahmad Dani pun ditempatkan di posisi itu.

Ternyata, keinginan terjun langsung ke dalam dunia politik, bagi Ahmad Dani, dilatarbelakangi oleh sejumlah pemikiran. Satu diantaranya karena merasa kecewa dengan sistem pemerintah yang ada saat ini.

“Bermula dari itu, tekad untuk dapat masuk langsung ke dalam sistem pun terus membayangi hingga akhirnya saya ikut dalam pemilu legislatif 2008 lalu,” kata Dani.

Dengan masuknya ke dalam sistem, Dani berpandangan, secara perlahan ia dapat kontribusi pemikiran dan tindakan agar dapat memperbaiki arah tujuan.

Alumni Akademi Pariwisata Perhotelan (APP)  Dharga Agung, Medan, ini menjelaskan bahwa untuk masuk ke dalam sistem,memang ditempuh dengan cara menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau masuk ke jalur politik dan menjadi anggota dewan.

Karena ia tidak bisa masuk ke jalur yang pertama, maka Dani memilih jalur kedua. Sebab, menurutnya bila berada di luar sistem selalunya kritik atau saran yang dilontarkan terkadang dianggap angin lalu saja.

Kini, menurut Dani, secara tidak langsung ia sudah berada di dalam sistem pemerintahan. Dengan begitu, ia bisa berbicara dan menampung aspirasi masyarakat serta mengimplementasikan agar dapat diwujudkan demi perbaikan. Ilmu yang diserap ketika menempuh pendidikan dulu kini pun menurut Dani bisa ia implementasikan.

Sebenarnya perjalanan karir politik adalah bagian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dani mengakui tidak pernah terpikir bisa terpilih sebagai anggota dewan sebelumnya. Terlebih saat pertama kali terpilih pada pemilu 2008 lalu, ia menganggap waktu itu bisa terpilih sebagai anggota DPRD Kota Tanjungpinang merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. (akok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here