Kapolres Lingga AKBP Ucok Saldin Silalahi SIK MH memberikan keterangan pers perkembangan kasus pungli. Foto : JK

LINGGA, SIJORITODAY.com– – Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Suharnoko mengaku sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan terhadap inisial BR (30) ABK Kapal Roro, yang bertugas sebagai pembantu koki kapal Roro KMP Sembilang. Meskipun belum ada tersangka baru, Kasat reskrim meyakini dalam menjalankan aksinya tersangka tidak seorang diri.

”Kita masih terus melakukan pengembangan terkait operasi tangkap tanggan di KMP sembilang, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru, namun pastinya masih kita dalami dan kembangkan.”ujar pria yang pernah bertugas di Polda Aceh ini Kamis (27/4).

Sementara itu, inisial BR sampai saat ini masih terus menjalani pemeriksaan di Polres Lingga. Pelakudi tangkap team saber pungli Kabupaten Lingga kamis (24/4) pukul 21.00 wib diatas kapal roro tujuan Dabo Singkep ke Batam.

Saat ditangkap tersangka sedang memungut sewa atas matras/kasur/tikar yang sebenarnya diperuntukan untuk penumpan tanpa di pungut bayaran. Dari hasil operasi tangkap tangan tersebut Tim Saber Pungli berhasil menyita sejumlah uang matras yang disewakan pada penumpang dari tangan tersangka. Selain itu Tim juga menyita barang bukti lainnya seperti, matras/kasur dan tikar

Adapun modus operandi tersangka setelah penumpang yang berada di kapal mengambil matras/kasur ataupun tikar. Petugas pemeriksa tiket sekaligus memungut uang sewa matras/kasur sebesar 20 ribu rupiah perunitnya sedangkan tikar sebesar 10 ribu rupiah.

Kapolres Lingga AKBP Ucok Saldin Silalahi SIK MH mengatakan, penangkapan ini dilakukan guna memberikan kenyamanan kepada para masyarakat dalam mengggunakan layanan tranportasi publik baik di darat maupun di laut.

“Tindakan pelaku sudah meresahkan dan mengganggu kenyamanan penumpang,” katanya.

Akibat perbuatannya pelaku akan di kenakan pasal Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 pasal 3 sebagaimana telah di rubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi. Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit Rp 50.000.000, dan paling banyak Rp 1.000.000.000.

Penulis : Jon Kosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here