BATAM, SIJORITODAY.com – – Jajaran Polda Kepri kembali berhasil melakukan penangkapan terhadap pejabat pelabuhan batu ampar karena diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli), Senin (8/5).

Awalnya, Tim Saber Pungli Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada kegiatan permintaan sejumlah uang yang dilakukan oleh Kasatker terminal umum pelabuhan laut batu ampar Adil Setiadi kepada PT. Sieman untuk “buka pintu”.

“Kegiatan muat barang bawaan berupa module dari Yerd (kawasan industri) PT. Siemens ke kapal angkut di pelabuhan laut batu ampar dapat dilakukan,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, Selasa (9/5) saat konferensi pers kepada awak media.

Buka pintu yang dilakukan oleh pelaku tersebut merupakan tindakan pungutan liar, karena terdapat besaran nominal jumlah uang yang harus diberikan pengusaha kepada pelaku.

Menindak lanjuti laporan masyarakat, sambung Sam, tim langsung melakukan penyelidikan dan diketahui bahwa perusahan yang melakukan muat barang berupa module ke kapal di pelabuhan batu ampar itu PT. Lautan Jaya Sukses.

“Ternyata benar bahwa pelaku Kasatker Adil Setiadi meminta sejumlah uang 10 juta kepada pihak PT. Lautan Jaya Sukses pada hari Senin (8/5). Penyerahan uang tersebut dilakukan oleh Suhaimi karyawan PT. Lautan Jaya Sukses didalam mobil Avanza warna hitam BP1658 OY sekitar pukul 14.30 WIB diparkiran depan ruko Kek Pisang Villa Nagoya kepada pelaku Andi Setiadi,” jelasnya.

Pasca penyerahan uang tersebut, tim langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku, tim dibagi menjadi dua, tim pertama melakukan pengejaran terhadap Suhaimi dan berhasil diamankan di wilayah jalan raya SPBU batu ampar, saat diamankan Suhaimi berdua bersama dengan rekannya yakni Novi Andaria.

Kemudian tim kedua mengejar Adil Setiadi dan berhasil diamankan di wilayah jalan raya depan Bank BCA Jodoh, saat diamankan pelaku bersama Fauzi Nasution dan Muthia Alifa.

“Saat diamankan didapati uang sejumlah 10 juta dengan pecahan 100.000 serta 6 juta dengan pecahan 50.000 yang berada di dalam dashboard mobil pelaku yang diterima dari Suhaimi,” ungkapnya.

“Jadi total uang yang kita temukan di mobil pelaku berjumlah 16.juta,” tambahnya.

Sedangkan untuk barang bukti yang djamankan diantaranya uang tunai sebesar 10 juta merupakan uang pungli dan 6 juta diakui sebagai uang pribadi tersangka, satu unit mobil Avanza BP 1658 OY, satu unit Handphone merk iPhone warna biru, satu unit Handphone merk Samsung warna hitam, serta satu unit Handphone merk Oppo warna silver.

“Kita juga mengamankan 4 orang saksi yakni Suhaimi, Fauzi Nasution, Novi Andaria dan Muthia Alifa yang mana untuk kita mintai keterangan terkait kasus OTT ini,” ujarnya.

“Dan pasal yang kita kenakan kepada tersangka yakni pasal 12 huruf e dengan ancaman penjara seumur hidup,” tutupnya. (Red/hum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here