Penimbunan tak berizin kian marak di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang menyatakan kinerja Satpol PP Kota Tanjungpinang lalai dalam melaksanakan pengawasan penimbunan (Cut and Fill) di samping Terminal Bintan Center Kota Tanjungpinang.

Bahkan, Ashadi Selayar Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang mengatakan, dalam Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Lingkungan Hidup, penimbunan didaerah tersebut sudah menyalahi aturan.

“Sudah menyalahi aturan, apalagi tidak memiliki izin dari Dinas Lingkungan Hidup. Satpol PP lalai dalam melaksanakan pengawasan terhadap penimbunan ini,” tegas Ashadi, Jum’at (26/05) pagi, saat melihat lokasi penimbunan itu.

Saiful Bahri Anggota Komisi III dan Wakil Ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang saat melihat penimbunan tersebut

Ashadi meminta, penimbunan yang dikerjakan oleh pengembang besar PT. Sinar Bahagia Group (SBG) jangan sampai berdampak banjir di daerah sekeliling seperti yang terjadi di Perumahan Taman Harapan Indah (THI).

“Daerah ini dulu tempat resapan air, kami takutnya terjadi banjir. Nanti kami akan kaji bersama instansi terkait, masyarakat termasuk pengembang dalam Rapat Dengar Pendapat,” jelas Ashadi.

Ditempat yang sama, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang Hantoni menekankan, sampai saat ini tidak ada izin yang dikeluarkan untuk penimbunan tersebut. “Sampai saat ini tidak ada izinnya,” singkat Hantoni.

Sedangkan dari pihak pengembangan, Nasrun yang turut hadir saat DPRD Tanjungpinang meninjau lokasi itu, tidak banyak bicara. “Nanti sajalah setelah komplit,” ucapnya sambil berlalu masuk mobil. (Akok/Rn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here