Polda Kepri Gerebek Gudang Timah Illegal. Foto : jk

LINGGA.SIJORITODAY.com– – Tim Unit Jatranras Polda Kepri, gerebek sebuah rumah yang menjadi penampung timah illegal di Kampung Baru, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep. Kurang lebih 10 ton pasir timah ditemukan saat pengerebekan yang dilakukan enam orang anggota Polda Kepri, sekitar pukul 15:30 wib, Selasa (13/6).

10 ton pasir timah siap kirim kemudian diangkut mengunakan dua truk ke Mapolres Lingga untuk diamankan. Sedangkan, inisial NR pemilik rumah berhasil melarikan diri. Informasi yang dihimpun polisi sempat memberikan tembakan peringatan.

“Saya dengar tiga kali suara letusan senjata api. Informasinya NR pemilik rumah kabur saat pengerebekan,” kata salah seorang warga sekitar yang tidak bersedia menyebutkan indentitas.

Setelah penggerekan di Rumah NR, tim Polda Kepri kemudian memanggil tiga orang lain yang diduga ikut terkait dalam menampung timah Illegal di rumah NR. Tim lalu melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap inisial JP, JN serta  Sd di Mapolsek Dabo Singkep.

“Maaf saya nanti sama Kanit saja untuk konfirmasi, tunggu saya jemput beliau dulu,” kata salah seorang tim Jatanras yang keluar dari ruang pemeriksaan kepada sejumlah awak media yang menunggu diluar ruangan.

Setelah itu, anggota Polda tersebut pergi meninggalkan Mapolsek Dabo Singkep. Lama menunggu, tidak juga ada tanggapan terkait pengerebekan timah, sejumlah media massa menuju lokasi penggerebekan di rumah Nasron di Kampung Baru Desa Batu Berdaun.

Dilokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut, terlihat anggota Polda sedang duduk mengamati rumah NR. Salah seorang anggota unit Jatranras Polda Kepri, meminta  untuk langsung menghubungi Kasubdit III Diresmum Polda Kepri, AKBP Aris Rusdianto SIK untuk kepentingan konfirmasi.

“Kami hanya menjalankan tugas. Untuk konfirmasi, kawan-kawan langsung ke AKBP Aris Rusdianto Kasubdit III Diresmum Polda Kepri,” kata polisi yang disebut sebagai pimpinan operasi penggerebekan seraya memberikan nomor Ponsel AKBP Aris Rusdianto.

Sayangnya, AKBP Aris Rusdianto enggan memberikan konfirmasi terkait hal ini. Pesan singkat untuk konfirmasi yang dikirimkan hingga saat ini belum mendapat balasan.

Informasi terakhir yang diperoleh. Tiga orang terperiksa dibawa ke Polda Kepri untuk kepentingan penyidikan.sedangkan NR dan AC masih dicari keberadaannya. Barang bukti pasir timah saat ini masih di amankan di Mapolres Lingga.

Penulis : jon kosmos

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here