TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Beberapa bulan terakhir ini, banyak permasalahan yang menguji kekuatan pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. sejumlah isu sensitif, krisis persatuan kian mengemuka, ketika masyarakat dibenturkan dengan ego dan kepentingan.

Pendiri bangsa secara tegas mendefinisikan persoalan kebangsaan, bahwasanya Indonesia bukan milik satu agama. Indonesia juga juga bukan milik satu orang ataupun kelompok etnik tertentu.

Atas dasar tersebutlah kegiatan dialog kebangsaan dengan Tema peran serta ormas dalam rangka menjaga kerukunan umat beragama, sesuai Pancasila sebagai dasar Negara yang digelar oleh Komunitas Bakti Bangsa dan HIMIP Stipol Raja Haji Tanjungpinang disejalankan dengan buka bersama, bertempat di Aula kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Sabtu (17/6/2017).

Acara tersebut di hadiri sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Tanjungpinang, dan juga ormas serta OKP, hadir juga perwakilan dari Kesbangpolinmas, dan Pemuda Lintas Agama, yang sekaligus menjadi pemateri dalam dialog kebangsaan.

Ketua pelaksana kegiatan, Septi Kurniati menyampaikan, diadakannya dialog kebangsaan ini karena terdengar isu dari berbagai media dan masyarakat mengenai gerakan keagamaan yang belakangan ini genjar untuk di demonstrasikan, mulai dari agama yang sahkan secara hukum mau pun agama yang bergerak secara idealisme.

“Kita berharap kegiatan dialog kebangsaan ini, dapat memberi pengetahuan, dan keinginan yang sama agar dapat memperkuat kerukunan umat beragama sesuai nilai-nilai Pancasila,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa makna isi dari Pancasila tidak akan merusak atau bahkan mempengaruhi hal negatif atas segala tindakan yang dilakukan oleh masyarakat indonesia.

“Karena dengan Pancasila lah kita berjiwa nasionalisme, karena dengan Bhineka Tunggal Ika lah kita bersatu untuk tujuan yang sama, yaitu perdamaian dan kesatuan bangsa indonesia,” tutupnya.

Penulis: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here