pedagang daging pasar bintan center km.9 (F. istemewah)

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Menjelang H-1 lebaran kondisi pasar Bintan Center Km. 9 di Tanjungpinang, mulai pagi hingga siang hari dipadati oleh konsumen yang didominasi oleh ibu rumah tangga untuk mempersiapakan berbagai kebutuhan rumah tangga, khususnya untuk perayaan Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 25 Juni 2017 besok.

Tingginya angka permintaan ini membuat sejumlah kebutuhan mengalami kenaikan harga, salah satunya daging ayam dan daging sapi. Pada hari biasa, dipasar tersebut harga daging ayam hanya Rp32 – 35 ribu perkilogramnya. Namun, pada H-1 lebaran ini harganya melambung, tembus sampai Rp40 ribu, begitu juga dengan harga daging sapi yang biasanya Rp.90.000,- namun melambung sampai Rp.100.000,-.

Tingginya harga daging tidak menghalangi konsumen untuk berbelanja. Namun, kenaikan harga daging ayam dan sapi ini membuat para konsumen merengut. Harga ini cukup tinggi di tengah ekonomi yang kian lesu.

“Mentang-mentang kita butuh, harga langsung dilambungkan, cari untung sebanyak-banyaknya. Tapi ya mau gak mau kita tetap harus beli untuk lebaran bsok,” tutur Asmawatii, saat diwawancarai Sijoritoday, Sabtu, (24/6/2017).

Sementara, Jasri kumis selaku pengelolah dan pedagang daging untuk pasar Bintan Center mengatakan, persedian daging sapi dan ayam ini, terlalu kurang jumlah yang ada daripada kebutuhan, sehingga menyebabkan harganya naik.

“Seharusnya Pemerintah memasok daging dari luar kota,” ujarnya.

Hingga menjelang siang hari, persedian daging dipasar Bintan Center telah habis terborong.

“Persedian daging ayam dan sapi saat ini sudah habis, bukan hanya di pasar Bintan Center, ditempat lain juga telah habis. barang tahun ini sangat sedikit/minim berbeda dibandingkan tahun tahun sebelumnya,” tambahnya.

Hal Ini sangat bertolak belakang dari apa yang dikatakan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang, di mana Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa pihaknya melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) dan semua pihak akan berupaya menekan harga di angka Rp35 ribu perkilonya.

Jika kekurangan, Pemko Tanjungpinang akan mendatangkan ayam dari Bintan dan Batam. Akan tetapi, hal ini tampaknya tidak dilakukan oleh Disperdagin dan pihak-pihak terkait.

Penulis :beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here