TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Organisasi merupakan jenjang awal untuk berpolitik, banyak orang berpandangan seperti itu. Setidaknya, itulah yang terlihat dari perjalanan karir politik Ashady Selayar yang awalnya dimulai dari dunia organisasi bertahun-tahun aktif didunia organisasi.

Tidak hanya organisasi resmi yang punya struktur dari pusat sampai ke daerah, organisasi ke masyarakatan tingkat RT pun diikutinya. Bahkan, hingga pencalonan sebagai Anggota Dewan di DPRD Tanjungpinang, sebelumnya ia masih terdata sebagai Ketua RT di Kelurahan Air Raja. Kecintaannya terhadap dunia organisasi berawal saat terpilih menjadi ketua RT tahun 1999 silam.

Sejak itu pulalah, beberapa jabatan organisasi dipegangnya. Uniknya, jabatan ketua RT itu sendiripun terus melekat, hingga beberapa bulan sebelum pemilu 2014. Bahkan, saat akan pencalonan, ia sempat dipaksa mundur oleh Pemko Tanjungpinang Lurah Air Raja dari jabatan Ketua RT. Padahal menurutnya, berdasarkan Permendagri nomor 5 tahun 2007, pasal 32 disebutkan bahwasannya harus ada turunan berupa Perda dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya setempat.

Sebenarnya tidak ada masalah baginya tidak jadi ketua RT. Tapi harus dengan mempedomani aturan yang ada. Disisi lain menurutnya, kepercayaan masyarakat harus dijaga.

‘’Saya tidak mau mencederai kepercayaan yang sudah diberikan oleh masyarakat. Saya tidak mau mengundurkan diri tetapi tetap dipaksa oleh lurah,’’ungkapnya mengenang kaharusannya mundur dari ketua RT waktu itu.

Keaktifannya dioragnisasi juga dibuktikan dengan keikutsertaanya sebagai pengurus Karang Taruna. Tercatat, ia merupakan Ketua Karang Taruna Kelurahan Air Raja sejak 2001. Tentu, disini pengabdian lagi yang dituntut, karena Karang Taruna juga merupakan organisasi sosial kepemudaan, yang dituntut untuk membantu pemerintah membantu penanganan masalah sosial ditengah masyarakat.

Pada tahun 2003, suami dari Riana Indra Nilawati ini juga terpilih menjadi ketua KNPI Kecamatan Tanjungpinang Timur. Organisasi yang lebih luas lagi ruang lingkupnya, karena merupakan wadah induk organisasi Kepemudaan.

Tak sampai disitu, pada tahun 2005 ia jugak terpilih menjadi Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Tanjungpinang. Ternyata, kepercayaan pemuda cukup besar kepadanya. Pada tahun 2006, ia terpilih menjadi ketua KNPI Kota Tanjungpinang dari 2 April 2006 sampai dengan 27 Desember 2010.

Kemudian, pada 2 januari 2010, usai jabatannya di KNPI, amanah menjadi pembina organisasi induk kepemudaan itu pun masih dipundaknya. Ia diminta bersedia menjadi Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI kota Tanjungpinang. Jabatan yang tugasnya menjadi Pembina sekaligus pengarah bagi pengurus KNPI. Jabatan itu pun masih terus berlanjut sampai saat ini.

Ternyata, kenyang pengalaman dari dunia organisasi itulah yang membuat Ashadi Selayar dikenal. Bersamaan pula ia menenutukan sikap politiknya untuk bergabung dipartai politik, yakni Partai Golkar. Ia terdaftar menjadi Kader Golkar sejak 2005 silam dan kini ia dipercayai menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu ( Bapilu) untuk partai Golkar di Tanjungpinang.

Ashardy memang mengaku senang bermasyarakat. Senang berkumpul, berdiskusi dan tukar pikiran bersama masyarakat. Karena itu pula lah, dasar yang mebuatnya aktif dibeberapa organisasi.

Kini, pengalaman dan jaringan yang dibangunnya lewat organsisasi itu membuatnya duduk kekursi Wakil Rakyat DPRD Tanjungpinang. Ia terpilih menjadi Anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari daerah pemilihan Tanjungpinang timur dengan perolehan suara 955 dan menempati urutan kedua. Di DRPD ia merupakan Wakil Ketua Komisi III.

Tentu disadarinya, dukungan masyarakatlah yang membuatnya dapat duduk dikursi DPRD Kota Tanjungpinang.

Atas kepercayaan yang diberikan itu, tentu saja ia tak mau menciderainya lagi. Ia pun bertekad memberikan yang terbaik bagi masyarakat, tidak hanya di daerah pemilihannya, tapi untuk seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang.

Mantan sublayer barang-barang ini memiliki pandangan, pembangunan di Tanjungpinang harus tepat sasaran dan bermanfaat untuk masyarakat tidak hanya sekedar seremonial yang cenderung memboroskan anggaran.

Dalam waktu lima tahun ini, ia bersama Anggota Dewan lainnya dikomisi III DPRD Tanjungpinang akan meminta vakum proyek pekerjaan yang dilakukan Pemerintah untuk mengkaji benar seberapa besar manfaatnya.

Tentu, itu sesuai dengan tugas dewan yang salah satunya pengawasan. Diyakini, bila penawasan juga dilakukan dengan baik, maka pembangunan yang dilakukan Pemerintah juga akan lebih baik. Salah satunya, menurutnya, Pemerintah harus memiliki Grand Design atau Design besar untuk pembangunan infrastruktur pembangunan. Tidak hanya bangunan hari ini, besok dibongkar dan lusa dibangun lagi.

Dicontohkannya, bongkar pasang media jalan, dari pagar besi menjadi beton dijalan basuki rahmat yang dilakukan oleh Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, ia mengkritisinya karena dinilianya kurang efektif dan tidak dibutuhkan. Padahal, seharusnya, banyak lagi pembangunan lain yang lebih dibutuhkan masyarakat.

Seharusnya, suatu pembangunan infrastruktur yang dibuat Pemerintah itu harus sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat. Sebab, masyarakat akan menilai dan membaca, hingga akhirnya membuat kesimpulan bahwa suatu proyek itu akan bermanfaat atau hanya akan menghambur-hamburkan uang.

Nah, disisi lain, tentu saja, pemberdayaan pemuda juga akan menjadi bagian dari perhatiannya. Pemuda menurutnya harus berkarya. Hanya masalahnya, kadang pemuda kurang diberi ruang dan kesempatan.

Ia menggambarkan, peran pemuda tidak bisa dinaifkan. Bahkan, dalam sejarah perjuangan bangsa ini, peran pemuda juga cukup menentukan. Sebut saja, adanya peringatan Sumpah Pemuda pada setiap 28 Oktober merupakan bukti andil pemuda dalam meraih kemerdakaan dinegeri ini.

Tak hanya itu, dalam perubahan orde baru ke masa reformasi, juga pemuda punya andil besar. Desakan mahasiswa dan pemuda saat itu, dibantu masyarakat dan tokoh-tokoh reformasi, perubahan dirasakan hingga seperti sekarang ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here