Sejumlah peserta delegasi urban nexus dari berbagai negara (poto : beto)

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com- –
Tanjungpinang menjadi tuan rumah urban nexus yang dihadiri 12 Wali Kota dari 7 negara dalam acara Lokakarya Regional Ke-7 Urban Nexus dengan tajuk Integrated Resource Management in Asian Cities di CK Hotel and Convention Centre Kota Tanjungpinang, Rabu (19/7/2017).

Acara tersebut dihadiri oleh delegasi dari tujuh negara mitra Urban Nexus dan perwakilan dari 13 Organisasi Internasional.

Diantaranya Wali Kota Baguio, Sanra Rosa dan Naga City Filipina, kemudian Wali Kota Chiang Mai dan Wali Kota Ulan Bataar Mongolia, Daanang City Vietnam,
Korat Thailand, Rizhao dan Weifang China, Walikota Utusan India. Kemudian 13 Organisasi Internasional mitra Urban Nexus yakni World Bank, Rockerfeller, CITYNET, UCLG-ASPAC, Centre for Livable Cities, Singapore, UNDP, UNEP, UN-HABITAT, USAID, FAO, Cities Development Initiative for Asia, Asian Development Bank (ADB), International Water Association (IWA). “Total peserta hadir sebanyak 130 orang,”

Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun mengatakan, kedatangan delegasi dari berbagai negara ke Tanjungpinang akan memiliki manfaat besar dan dapat memperkenalkan secara langsung budaya Kota Tanjungpinang dan juga memperlihatkan kepada peserta bahwa Tanjungpinang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Senada dengan itu, Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah menyampaikan telah melobi mereka para delegasi untuk melaksanakan kegiatan di Kota Tanjungpinang.

“Sebab mereka inikan untuk penelitian dan perencanaan. Selain bertukar pikiran, Pemko Tanjungpinang berharap juga terjadi penjajakan peluang bisnis yang berujung investasi, mudah-mudahan mereka juga tertarik untuk berinvestasi,” ujarnya.

Hal ini merupakan Pondasi yang telah dibuat oleh Pemko Tanjungpinang, yang mana Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah masa jabatannya akan berakhir pada Bulan Januari 2018 mendatang. Pada berikutnya, Lis berharap agar dapat  meneruskan program yang telah di buat ini.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Kota Tanjungpinang, Surjadi menjelaskan, peserta yang hadir dari beberapa negara tersebut akan mengikuti whorkshop dan diskusi, dan selanjutnya pada Hari Jumat mendatang akan diajak ke rencana lokasi yang akan dijadikan proyek vaccum sewer yang terletak di jalan Senggarang, kota Tanjungpinang.

“Vaccum sewer ini adalah semacam instalasi pengolahan limbah di kawasan pesisir dengan menggunakan teknologi vakum. Kemudian peserta akan diajak ke kawasan wisata Pulau Penyengat,” terangnya.

Disampaikan Surjadi, acara ini dilaksanakan oleh Deutsche Gesellschaft for Internationale Zuzammenarbeit (GIZ), yang merupakan organisasi nirlaba milik Pemerintah Jerman, yang bekerjasama dengan Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) dan International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI).

Ditempat yang sama, Sekda Kota Tanjungpinang, Riono menambahkan, bahwa untuk Kota Tanjungpinang sendiri sudah membuat rencana aksi urban nexus, yang merupakan program dari SDG’s sustanable develovment goal’s dalam pembangunam smart city.

Penulis: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here