TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Berkaitan dengan Pemilihan Umum Kepala Daerah (PEMILUKADA) yang hiruk pikuknya sudah mulai menghangat belakangan ini di beberapa daerah di Kota Tanjungpinang, tentunya masalah visi, misi dan program “Sang Calon” menjadi hal yang penting untuk dikaji dalam rangka menentukan pilihan.

Menurut salah seorang tokoh pemuda, Thomas Maberis, SE, pentingnya visi, misi dan program ini tergambarkan dari peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait penyelenggaran PEMILUKADA.

Sebagaimana yang tertera dalam Peraturan KPU No. 68 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, dinyatakan bahwa salah satu yang harus menjadi lampiran surat pencalonan bakal pasangan calon adalah naskah visi, misi dan program bakal pasangan calon secara tertulis.

Tidak hanya berhenti disitu saja, sesuai pasal 11, pasal 12 dan pasal 15 Peraturan KPU No. 69 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, lebih lanjut diatur bahwa visi, misi dan program pasangan calon dalam pelaksanaan kampanye harus dibuat secara tertulis, wajib disampaikan kepada masyarakat pemilih dan akan menjadi dokumen resmi daerah.

“Apabila pasangan calon terpilih menjadi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, sehingga atas dasar inilah, maka sudah menjadi kewajiban bagi KPUD sebagai penyelenggara PEMILUKADA untuk memfasilitasi penyebarluasan materi kampanye yang meliputi visi, misi dan program pasangan calon tersebut kepada masyarakat dalam rangka pendidikan politik,” ujarnya, Jumat (28/07/2017).

Dengan memperhatikan regulasi-regulasi diatas, lanjut Thomas, maka semestinya visi misi dan program pasangan calon tidak bisa dikesampingkan lagi, semestinya mendapat perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat, karena selain hal ini menyangkut keberlanjutan pembangunan didaerah, juga akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat daerah Kota Tanjungpinang.

Apalagi visi dan misi merupakan hal yang sangat krusial masyarakat dalam menentukan pilihan. Dicontohkannya, beberapa waktu lalu yang terjadi di Kota Bandung dengan sosok seorang Ridwan Kamil yang tidak diandalkan dalam Pilkada Kota Bandung tersebut.

“Tetapi dengan visi dan misi yang baik oleh Ridwan Kamil, maka banyak kalangan masyarakat yang merespon baik atas visi dan misinya, pilihlah visi misi seorang kepala daerah bukan hanya tergantung dengan figur,” sebut Thomas, yang merupakan Alumni Bandung tahun 2001.

Dia mempertanyakan, Apakah pola pola itu akan terjadi di Kota Tanjungpinang ini, dan apakah masyarakat Kota Tanjungpinang sudah mulai sadar akan Pentingnya Pendidikan Politik.

“Banyak figur-figur baru dalam pemilihan kepala daerah 2018 di Tanjungpinang nanti, diharapkan masyarakat Kota Tanjungpinang dapat menjadi bahan pertimbangan Visi dan Misi sosok figur baru itu,” cetusnya.

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here