BATAM, SIJORITODAY.com – – Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil menangkap tiga orang penjual obat kuat dan jamu tanpa izin edar, tiga orang tersebut sudah ditetapkan Polda Kepri sebagai tersangka dengan inisial, HM alias EI, ZKL alias ZL dan SDT alias DT.

Hal ini diketahui, saat dilakukan ekspos
tangkapan Ditresnarkoba Polda Kepri terkait perdagangan obat dan jamu tanpa izin edar, dilaksanakan di Ruang Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri, pada Jumat (18/08/2017), pukul 13.45 wib dihadiri oleh Ditresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Helmy Santika, SH, Sik, Msi, Kabid Humas Polda kepri Drs. S. Erlangga, serta para awak media.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. S Erlangga menerangkan kronologis kejadian, Pada hari Rabu tanggal 16 Agustus 2017 sekira pukul 11.00 wib telah dilakukan penangkapan terhadap tersangka dengan inisial HM alias EI di Toko Obat Semangat Baru Farma Sei Harapan, Sekupang Kota Batam.

Pada saat dilakukan penangkapan telah ditemukan Obat Kuat jenis Semut Hitam, Cialis dan Viagra yang telah diperdagangkan tanpa memiliki izin Edar setelah dilakukan Introgasi di TKP, selanjutnya tersangka mengaku mendapat obat tersebut dari saudara ZKL alias ZL.

“Kemudian sekira pukul 13.00 wib dilakukan pengembangan dan selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap saudara ZKL di toko Obat Semangat Sukses, Batu Aji Kota Batam, saat dilakukan penggeledahan dirumah tersangka, ditemukan Obat Kuat, serta jamu yang telah diperdagangkan / diedarkan tanpa izin edar yang jumlahnya kurang lebih 38 Jenis,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Erlangga, pada saat dilakukan pengembangan dari TKP, ZKL mengaku mendapatkan sebagian Obat- obatan dan jamu tersebut dari saudara DT.

Pihak Kepolisian pun berhasil melakukan penangkapan terhadap saudara DT di kamar Kos-kosan Pelita, Lubuk Baja, Kota Batam, pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan Obat-obatan serta jamu yang akan diedarkan / diperdagangkan tanpa izin edar.

“Menurut keterangan DT, bahwa barang tersebut di bawa dari Jakarta, kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Erlangga.

Adapun yang menjadi barang bukti, kata Erlangga, terdapat 78 (tujuh puluh delapan) jenis Obat-obatan dan jamu dan Uang sebesar Rp. 255.000 (dua ratus lima puluh lima ribu rupiah), Handphone warna putih hitam merk Nokia RH-93, Handphone warna hitam merk nokia type RM-647, KTP asli, dan Beberapa lembar Nota penjualan dan Nota pembelian.

Perbuatan tiga tersangka dijerat Pasal 197 Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman kurungan selama 15 Tahun penjara.

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here