JAKARTA, SIJORITODAY.com – – Sekretaris Jenderal Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, Teguh Santosa, menerima Bintang Persahabatan Kelas Dua dari Pemerintah Republik Rakyat Demokratik Korea, Selasa (15/8) di Mansudae Assembly Hall, Pyongyang.

Teguh Santosa juga merupakan Ketua Umum SMSI pusat. Medali diberikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea, Hong Son Ok.

Selain itu, Dewan Penasehat SMSI Pusat Rizal Ramli juga diberi penghargaan pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 tahun ini, selaku ketua Dewan Kurator Universitas Bung Karno (UBK). Rzal Ramli diundang menghadiri Upacara 17 Agustus 2017 oleh Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno, Rahmawati Soekarno Putri, dan segenap civitas akademika di halaman Kampus UBK.

Kehadiran Rizal Ramli dalam upacara HUT ke-72 RI di Kampus UBK merupakan sesuatu yang wajar dan biasa karena setiap warga negara RI guna membangkitkan kembali semangat perjuangan tokoh-tokoh pergerakan nasional yang telah berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 RI tahun lalu, Rizal Ramli juga turut hadir memenuhi undangan dari Romo Sandyawan dan komunias Ciliwung Merdeka dalam Upacara Kemerdekaan yang diselenggarakan di pinggir kali Ciliwung kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan.

“Pada momentum Peringatan Kemerdekaan RI 72 ini, kita sebagai Bangsa yang memiliki sejarah keberhasilan dalam pergerakan menghapuskan kolonialisme bersama negara-negara Asia Afrika, sudah selayaknya untuk benar-benar mengangkat kembali semangat anti kolonialisme dan kepribadian yang unggul dalam politik nasional,” kata Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini.

Rizal Ramli berharap, momentum Peringatan Kemerdekaan ke-72 RI tahun ini, untuk bangkit. “Sebagai anak bangsa yang dalam sejarahnya kita pernah berhasil menjadi inspirasi bagi bangsa-bangsa lain yang masih tertinggal. Kini saatnya di tengah ketertinggalan kota dari bangsa-bangsa di Asia lainnya, kita harus berbenah dan bangkit bersama mewujudkan cita-cita kemerdekaan seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945,” ucapnya.

Menurutnya, bangsa Indonesia akan tertinggal oleh negara-negara Asia lainnya jika terus mempertajam perbedaan suku, agama, ras dan golongan dalam kehidupan sosialnya. Selain itu ketika para pejabat publik masih memiliki moral rendah terhadap praktik KKN warisan Orde Baru itu sangat menghambat kemajuan RI. (Akok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here