BATAM, SIJORITODAY.com – – Kurang lebih 2000 Karung pakaian bekas dan barang-barang bekas lainnya berhasil diamankan Dit Polairud Polda Kepri dikapal KLM. Raja Persada-I Gt. 103 di Perairan batu besar Nongsa Batam pada posisi koordinat 01° – 10’ – 815” n 104 -° 09’ – 312”e, Jumat (08/09/ 2017) lalu sekira pukul 00.30 wib.

Sebuah kapal KLM. Raja Persada-I Gt. 103 mengangkut 2000 Karung pakaian bekas tanpa dilengkapi dokumen pelengkap pabean.

Kapolda Kepri, Irjen Pol. Sam Budigusdian mengatakan, kapal Patroli Polisi Barelang xxxi – 3001 Dit Polairud Polda Kepri melaksanakan patrol rutin di perairan batu besar Nongsa Batam, pada koordinat 01° – 10’ – 815” n 104 -° 09’ – 312”e mereka berhasil memergoki dan memberhentikan 1 (satu) unit kapal KLM. Raja Persada i gt. 103, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap 1 (satu) unit kapal KLM. Raja Persada i gt. 103 dan ditemukan KLM. Raja Persada i gt. 103 tersebut di nakhodai oleh saudara H bin J berlayar dari pelabuhan jurong port Singapura tujuan Batam bermutan ±2000 (dua ribu) karung pakaian bekas dan barang – barang bekas lainnya tanpa dilengkapi dengan dokumen pelengkap Pabean.

“Selanjutnya terhadap 1 (satu) unit KLM. Raja Persada i gt. 103, nakhoda dan 10 (sepuluh) orang ABK (anak buah kapal) serta muatan di ad – hock dan dikawal menuju ke dermaga Dit Pol Airud Polda Kepri Sekupang Batam guna pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya saat konfrensi pers, di Mako Dit Polairud Polda Kepri, Batam, Senin (12/09/2017).

Adapun barang bukti yang diamankan, 1(satu) unit KLM. Raja Persada-i gt.103, 1 (satu) bundel dokumen kapal klm. Raja Persada-i gt.103, ± 2000 (dua ribu) karung pakaian (bekas), ± 30 (tiga puluh) kasur (bekas), ± 50 (lima puluh) unit tempat tidur rumah sakit (bekas), 1 (satu) unit piano besar, ±50 (lima puluh) kursi putar (bekas), ±200 (dua ratus) meja belajar (bekas), ±50 (lima puluh) lemari besi (bekas), ±30 (tiga puluh) karpet gulung (bekas).

Perbuatannya diduga melanggar Pasal 102 undang-undang republik indonesia nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan. Dengan bunyi pasal tersebut ” barang siapa yang mengimpor atau mengekspor atau mencoba mengimpor atau mengekspor barang tanpa mengindahkan ketentuan undang – undang ini dipidana karena melakukan penyelundupan dengan pidana penjara paling lama delapan tahun dan denda paling banyak rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

Kemudian rencana tindak lanjut terhadap perkara tersebut akan diserahkan kepada kantor Bea dan Cukai Batam.

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here