TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – 959 Kotak Minuman Alkohol (Mikol) hasil tangkapan Komando Distrik Militer (Kodim) 0315/Bintan telah dilimpahkan ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) UMKM Kabupaten Bintan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut, Selasa (3/10/2017).

959 Kotak Minuman Alkohol Ilegal tangkapan Kodim diserahkan ke Disperdagin Bintan, foto: beto

Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Sahrul Mamma yang didampingi Komandan Kodim 0315/Bintan dan Kapolres Tanjungpinang mengatakan, Berdasarkan hasil pengawasan Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) UMKM Kabupaten Bintan serta didukung oleh informasi dari Komando Distrik Militer 0315/Bintan terhadap adanya importasi minuman beralkohol mengakibatkan kerugian negara ditaksir sebesar 7 Miliar Rupiah.

Perkiraan 7 M tersebut, kata Sahrul, dihitung dari masuk Bea dan Cukai dengan jumlah kurang lebih hasil tangkapan 1000 karton, dirujuk pada peraturan menteri perdagangan nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol yang dimana setiap importir minuman beralkohol harus melakukan kegiatan import sebagaimana dalam peraturan Menteri.

“Kami akan tegas dalam mengawasi impor dan peredaran minuman beralkohol, dan akan terus memgawasi dan melakukan penindakan, tak ada kompromi  bagi importir yang tidak taat aturan,” tegasnya.

Barang bukti Mikol tersebut telah dilakukan penyitaan oleh penyidik PPNS Perdagangan (PPNS-DAG) kemudian akan dilakukan proses penyidikan dengan dugaan pelanggaran pasal 106 UU no. 7 tahun 2014 tentang perdagangan.

Sahrul Mamma mengapresiasi kepada Komandan Kodim 0315/Bintan, Letkol Inf Ari Suseno atas capaian kinerjanya yang mampu membongkar peredaran barang mikol.

“Barang barang tangkapan di duga tidak memiliki ijin import dan dianggap melanggar aturan,” ujarnya lagi.

Menurutnya, penangkapan mikol oleh Kodim ini diluar dari Kepabeanan sehingga pihak Bea Cukai tidak mau menerima barang tangkapan tersebut sebab kelengkapan administrasi diduga belum berhasil dilengkapi Kodim 0315/Bintan.

“Kasus ini sudah memasuki tahap  penyidikan dan belum menetapkan tersangka, baru ada satu saksi yang bisa dimintai keterangan, tapi pihak Kodim dan Kepolisian masih melakukan pendalaman,” Kata Sahrul Mamma.

Dia menambahkan, karena telah diperolehnya izin dari Pengadilan untuk penyitaan barang bukti Mikol ilegal tersebut, PPNS Bintan akan bekerja sama dengan PPNS Pusat untuk menindaklanjuti proses ini.

Penulis: beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here