BATAM, SIJORITODAY.com – – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam berinisial DP terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim saber pungli Polda Kepri dirumah DP di komplek Pengairan No. 06 Rt/Rw 06/012 Sei Harapan Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Senin (23/10/2017).

Selain DP juga diamankan AM selaku Direktur PT. Telaga Biru Semesta. AM berperan sebagai pemenang lelang atas pekerjaan Tank Cleaning dengan nilai kontrak sejumlah kurang lebih Rp. 4.000.000.000.- (Empat Miliar Rupiah).

Kepala Polda Kepri, Irjen Pol Sam Budigusdian melalui Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga melalui rilis yang diperoleh menerangkan, AM selaku Direktur PT. Telaga Biru Semesta melakukan pengurusan dokumen terkait kegiatan Tank Cleaning dikantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dengan maksud agar rencana berita acara pemeriksaan ditandatangani oleh DP.

“Akan tetapi agar pengawasan Tank Cleaning tidak dilakukan, maka sesuai dengan komunikasi antara AM dengan DP (melalui handphone),maka dengan kesepakatan pertemuan di rumah DP, dan waktu yang bersamaan datang AM membawa uang,” ujarnya.

Adapun uang tunai atas pemberian AM kepada DP berada dalam amplop putih sejumlah Rp. 25.000.000.- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Uang tersebut kini disita polisi.

Polisi juga menyita 2 (dua) buah amplop dari AM berisi uang masing-masing Rp. 5.000.000.- (Lima Juta Rupiah), 1 (Satu) Unit Handphon Merek Samsung Note 5 Warna Hitam Les Silver Dengan Kartu Telkomsel Nomor 08117719xxx, dan 1 (Satu) Buah Tas Dompet Kulit Merek B Warna Coklat.

Sementara itu, dari DP polisi berhasil menyita uang tunai yang berada dalam amplop putih sejumlah Rp. 25.000.000.- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) Atas Pemberian AM, 1 (Satu) Baju Batik Beserta Hanger, dan 1 (Satu) Unit Handphon Merek Samsung S8 Warna Hitam Dengan Kartu Telkomsel Nomor 081170xxxx.

Akibat perbuatannya, DP disangkakan Pasal 5 Ayat (2)Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal 12 A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal 12 B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dipidana dengan Penjara Paling Singkat 1 (Satu) Tahun Dan Paling Lama 5 (Lima) Tahun Dan Atau Pidana Denda Paling Sedikit Rp. 50.000.000.- (Lima Puluh Juta Rupiah) Dan Paling Banyak Rp. 250.000.000.- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Kemudian AM disangkakan Pasal 5 Ayat (1) Huruf A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal 5 Ayat (1) Huruf B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Akok/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here