TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Kembali, Lembaga Pemasyarakatan Bintan kecolongan Dua orang narapidana (Napi) kabur dari penjagaan petugas Lapas, belum diketahui motif kaburnya para napi tersebut. Keduanya merupakan tahanan titipan lapas Kota Batam dan dipindahkan ke Lapas 18, Kabupaten Bintan, Kamis (09/11).

Kedua terdakwa yang kabur luput dari mata penjagaan yakni Muhammad Efendi Bin Herman warga Tanjung Umah Rt 03 Rw 4 Kota Batam menjalani hukuman 9 tahun penjara dan Rio Syarfan Warga perumahan Sari Garden, Kecamatan Batu Ampar, Kota batam yang menjalankan 14 tahun penjara, kedua napi tersebut di duga kabur dengan memanjat tembok sekitar pukul 18.22 wib kemarin, 8 November 2017.

Kepala lembaga permasyarakatan (Kalapas) Bintan, Aswem Hasan mengatakan, untuk pembinaan kerohanian pihaknya telah melaksanakan sholat bersama dan mereka (Napi) diberi kesempatan sholat mahgrib berjamaah di Masjid dan ternyata dua napi tersebut keliling mencari tempat untuk kabur dengan cara memanjat tembok dekat Masjid.

“Kedua napi tersebut sedang menjalankan hukuman dengan kasus perlindungan anak (cabul) keduanya kabur dengan menggunakan sarung yang dipakai sholat kemudian di ikat jadi satu, kita ketahui cara usaha kabur dilihat dari CCTV yang berada disekitar lapas,” jelas Kalapas.

Kaburnya para Napi dikarenakan minimnya penjagaan dan kurangnya personil sehingga pihak lapas kecolongan atas kaburnya Dua orang Napi. Sebanyak 720 napi yang berada dalam lapas dan penjagaan hanya 4 orang saat kejadian kaburnya napi.

“Lapas yang ada di batam sudah penuh sehingga dipindahkan ke lapas sini, dimana kedua napi tetsebut dari lapas batam dan rutan batam. Kita juga sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum baik itu dari polsek dan Polres Bintan, Polres Tanjungpinang dan juga kita sudah melaporkan kejadian ini kepada Kemenhumham,” Tutup Aswem Hasan saat diwawancarai awak media. (Li)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here