TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang melalui program-program terus menggalakkan berbagai event yang sudah berkesinambungan dilaksanakan dan juga berbagai Even baru, seperti mengadakan festival imlek.

Hal tersebut diadakan guna menarik dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Tanjungpinang.

Jumlah kunjungan wisatawan telah menembus angka 109 ribu pada tahun 2017, sedangkan tahun 2016 sebanyak 90 ribu.

Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang Reni Yusneli menginginkan untuk tahun 2018 harus ada peningkatan untuk kunjungan wisatawan. Kerena pemerintah telah berkerja keras, dengan membuat berbagai event, bahkan berbagai event lama pun tidak dikurangi dan dibuang.

“Yang jelas tahun ini target wisatawan kita harus lebih tinggi dari sebelumnya, dimana pada tahun sebelumnya kita terus mengalami peningkatan, Pemerintah juga sudah terus berusaha demi peningkatan kunjungan wisatawan,” ucapnya saat ditemui di Tanjungpinang, Rabu (24/1).

Memasuki awal tahun ini, Reni mengatakan bahwa pemerintah akan mengadakan dua festival sebagai pendongkrak untuk menyemangati wisatawan yang akan berkunjung. Seperti melaksanakan festival penyengat dan festival imlek.

Ilustrasi pestival wiasata

“Dalam menyambut hari jadi Pulau penyengat kita akan melaksanaka festival penyengat, dimana festival tersebut telah dilaksanakan setiap tahun, kemudian memasuki masa imlek kita akan coba membuat festival imlek ditambah lagi sudah didukung dengan adanya moko,” jelasnya.

Sementara untuk agenda tahun 2018, Disbudpar menambah sebanyak sepuluh festival baru dan tidak mengurangi berbagai festival lama, untuk target wisatawan saat ini masih menargetkan wisatawan mancanegara.

Hal tersebut dikarenakan wilayah Tanjungpinang yang sangat strategis berbatasan langsung diantara dua negara yang sangat berdekatan.

“Namun wisatawan lokal juga akan diupayakan agar lebih meningkat,” katanya.

Adapun jenis kegiatan nantinya, diantaranya itu festival pulau penyengat, Dragon Boat, Gawai Seni, Semprong dan banyak lagi ivent-ivent yang akan digelar.

“Kita harus manfaatkan lokasi kita yang strategis ini, bukan hanya itu wisnus juga. Maka dari itu ayo semuanya mendukung, baik masyrakat maupun pemerintah,” tuturnya.

Guna menggenjot peningkatan angka kunjungan, Dinas Parawisata telah mempersiapkan dua event andalan yang diantaranya adalah pembangunan kampung pelangi dan event pecinta kopi.

Adapun event pecinta kopi tersebut, nantinya semua kedai kopi akan diperlombakan untuk menunjukkan kehebatan, cara membuat dan sebagainya dari kopi yang dimilikinya, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan kedepan.

Penulis: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here