TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com- -Kasus beras oplosan swalayan pinang lestari yang menuai kontraversi di kalangan masyarakat, karena bos pinang lestari Ahui yang hanya divonis 1 bulan penjara dan denda 150 juta rupiah.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Andi Arif menyebutkan bahwa keputusan tersebut sudah benar dan tidak menyalahi aturan.

“Kami memandang hal itu sudah benar. Karena vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim tentu semua harus berdasarkan fakta – fakta yang ada di persidangan,” kata Andi saat dikonfirmasi oleh awak media di ruang kerjanya, Rabu, (31/1) pagi.

Andi juga mengatakan bahwa keputusan atau vonis atas suatu persidangan itu sepenuhnya mutlak menjadi hak dari majelis hakim.

“Kewenangan untuk memutuskan perkara tindak pidana semua ada di majelis hakim. Biarpun jaksa menuntut 100 tahun tetapi dalam majelis hakim bisa saja menjatuhkan vonis lebih ringan atau lebih berat dari tuntutan jaksa. Itu semua tergantung fakta-fakta persidangan. Karena hakim mewakili Tuhan dalam memutuskan seseorang bersalah atau tidak,” lanjutnya.

Andi enggan berkomentar saat disinggung mengenai fakta – fakta apa saja yang ditemukan oleh Jaksa sehingga menuntut Ahui hanya satu bulan penjara.

“Coba tanya ke jaksa penuntutnya.
Tetapi menurut pengalaman saya,
apapun hasilnya itu pasti melihat dari fakta-fakta persidangan dan bukti-bukti yang ada serta perbuatan terdakwa,” tutupnya.

Sementara diketahui bahwa majelis hakim memberikan waktu satu minggu kepada jaksa penuntut umum untuk menyikapi vonis yang dijatuhkan kepada Ahui. Sampai hari ini waktu yang diberikan sudah habis dan jaksa tidak mengajukan keberatan atas vonis tersebut. Itu artinya vonis tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkracht Van Gewijsde).

Penulis,: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here