TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com- -Kekosongan posisi salah seorang anggota Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kota Tanjungpinang bidang penindakan pelanggaran dan hukum, saat ini masih belum menimbulkan titik terang terkait pergantian antar waktu (PAW) yang akan mengisi posisi yang di tinggalkan Daeng Sulbi beberapa waktu lalu.

Pengunduran diri salah seorang anggota Panwaslu Kota Tanjungpinang tersebut dinilai menjadi kendala bagi pelaksana tugas pengawasan Pilwako, sehingga perlu adanya percepatan pergantian antar waktu (PAW), sementara hingga kini pengganti Anggota Panwaslu belum juga ditetapkan mengingat pelaksanaan Pilwako sudah semakin dekat.

Hingga saat ini, terdapat tiga nama yang merupakan kandidat kuat yang telah melewati tahapan seleksi di Panwaslu Kota Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

Dari tiga nama yang telah melewati proses seleksi pada Agustus hingga September 2017, Bawaslu Kepri akan mengirimkan diantara ketiga nama tersebut untuk diserahkan kepada Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, dan tinggal menunggu hasil.

Ketiga nama yang menjadi kandidat PAW antara lain, Masfurkon, Jonson Sihombing dan Hengky.

Jonson, salah seorang kandidat yang mengikuti proses pencalonan PAW Panwaslu, mengaku ada tiga nama telah diusulkan untuk PAW yang telah mengikuti seleksi, namun untuk mekanisme perekrutan calon PAW tersebut terkesan tertutup.

“Nama sudah ada, saat ini tinggal menunggu hasil, untuk pelaksanan kemarin sangat tertutup karena hanya di lingkup internal Panwaslu saja,” ucapnya di Tanjungpinang, Sabtu, (3/2).

Dari tiga nama yang diajukan tersebut, Masfurqon merupakan mantan Anggota Panwaslu Tanjungpinang, dan juga mantan Anggota politik dari partai Demokrat Kota Tanjungpinang, yang telah melakukan pengunduran diri berdasarkan surat tertanggl 8 Januari 2012 dengan no surat 026/DPC-TPI/IX/2012.

Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang Maryamah mengatakan, terkait nama untuk PAW semua wewenang terdapat pada Bawaslu yang berhak untuk memberikan dan mengumumkan nama yang direkomendasikan sebagai PAW kepada Banwaslu RI.

“Hak dan wewenang semua ada pada Bawaslu, jadi tanyakan sama Bawaslu Kepri, itu hak yang dimiliki mereka,” ucap Maryamah.

Ketua Banwaslu Kepri, Muhammad Syahri Papene saat dikonfirmasi, untuk penjelasan nama yang telah diajukan untuk menjadi PAW Panwaslu Tanjungpinang, dirinya masih enggan memberikan keterangan, dan hanya membenarkan bahwa nama PAW sudah diajukan dan tinggal menunggu hasil saja.

Dirinya menambahkan, untuk calon yang di usulkan ke Bawaslu RI itu merupakan sesuai peraturan PAW.

“Kita tunggu aja hasil yang akan diturunkan Bawaslu RI, untuk pelantikannya juga akan segera tetapi belum ditentukan waktunya,” ucapnya saat di hubungi melalui seluler.

Penulis: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here