TANJUNGPINANG SIJORITODAY.Com– -Ratusan Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali haji (UMRAH) Kepulauan Riau, Senin (12/2) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat. Dalam aksi tersebut para Mahasiswa dan sejumlah Dekan menuntut Rektor bertanggungjwab atas sejumlah kasus korupsi yang dilakukan pejabat universitas.

Dalam orasi yang disampaikan M. Saputra selaku Presiden Mahasiswa UMRAH menyebutkan, saat ini kondisi universitas yang dibanggakan masyarakat Kepulauan Riau tidak menjadi lebih baik, hanya dimanfaatkan para pejabatnya untuk memperkaya diri.

“Save UMRAH darurat”!!! teriak M. Saputra dengan suara yang lantang dan diikuti ratusan mahasiswa lainnya.

Masih dalam orasinya M. Saputra menyampaikan, kasus korupsi pengadaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Program Integrasi Sistim Akademik dan Administrasi UMRAH dengan alokasi dana 30 miliar rupiah dari APBN 2015 yang menyeret Wakil Rektor, Heri Suryadi sebagai tersangka adalah merupakan tragedi dalam sejarah kebobrokan institusi pendidikan.

Tidak saja mahasiswa, sejumlah Dekan dari berbagai fakultas turut ambil bagian dalam aksi unjuk rasa dan  turut angkat bicara menyangkut kondisi UMRAH saat ini.

Seperti yang disampaikan Bismar Arianto, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang mengharapkan pihak pengelolahan keuangan untuk transparan dalam penganggaran dana perbaikan infrastruktur seperti perbaikan ruangan mengajar di Fisip.

Begitu juga dengan Satria, Wakil Dekan II FKIP yang mengaku tahun ini pihaknya hanya menerima anggaran sebesar 74 juta rupiah, pada hal tahun lalu mencapai 240 juta rupiah. Satria mengaku tidak mengetahui pemotongan tersebut.

“Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan hingga kini masih menumpang ruangan kelas belajar ke beberapa Fakultas,” ungkap Satria.

Sementara itu, M.Idris, Dekan Fakultas Ekonomi M menyampaikan hingga kini banyak mahasiswa yang mempertanyakan status gedung.

“Kapan Fakultas Ekonomi pindah, itu menjadi sejumlah pertanyaan mahasiswa kepada saya, ungkapnya kesal.

Untuk diketahui anggaran UMRAH pada tahun 2018 mencapai 47 milyar rupiah yang bersumber dari PNBP.

Para mahasiswa mengunjuk rasa menuntut Rektor UMRAH meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kepulauan Riau melalui media massa atas sejumlah kasus yang terjadi di UMRAH. Para Mahasiswa juga  menuntut MENRISTEKDIKTI untuk segera duduk bersama Gubernur Kepulauan Riau dan UMRAH membahas persoalan UMRAH dengan melibatkan para Mahasiswa UMRAH.

Penulis : Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here