TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Nilai impor dan Ekspor Kepri dibandingkan pada bulan Desember 2017 mengalami penurunan 15 persen, dimana data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat terjadi penurunan sebesar 15,70 persen untuk nilai ekspor, dan penurunan 15,41 persen untuk impor Kepri. Ekspor menjadi US$ 923.85 juta pada Januari 2017, sedangkan Impor Kepri menjadi US$ 842.37 di bulan Januari 2018

Kabid Distribusi BPS Kepri, Rahmat Iswanto mengatakan, penurunan nilai ekspor pada Januari dibandingkan Desember 2017, disebabkan turunnya ekspor sektor migas sebesar 7,29 persen dan dan non migas sebesar 19.19 persen. Penurunan sektor migas sebesar US$ 626.30 juta dan memiliki peran 67.79 persen dari total nilai ekspor.

“Dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2017, ekspor kepri mengalami penurunan 9.69 persen, dari US$ 1.022.79 juta menjadi US$ 923.85 juta yang disebabkan menurunnya ekspor non migas sebesar 14.05 persen,” ucapnya.

Rahmat menambahkan, penurunan nilai impor migas sebesar 15.41 persen dikarenakan impor migas pada Januari hanya sebesar US$ 126.83 juta atau turun sebesar 37.31 persen untuk impor migas di Desember 2017. Kemudian di sektor non migas pada Januari US$ 715.53 juta atau turun sebesar 9.83 persen dibandingkan Desember 2017.

“Dibandingkan di tahun sebelumnya, impor Kepri mengalami kenaikan 32.48 persen, dari US$ 635.85 juta menjadi US$ 842.37 juta. Untuk kenaikan nilai impor pada Januari 2018 dikarenakan naiknya impor sektor non migas sebesar 45.78 persen,”  terangnya.

Selanjutnya Rahmat mengatakan, untuk negara tujuan Ekspor terpesar saat ini masih ke negara Singapura, kemudian Amerika Sarikat dan Malaysia. Kendati demikian, ekspor ke negara tersebut dibandingkan Desember 2017 mengalami penurunan 9.51 persen dan dibandingkan dengan Januari 2017 mengalami 0.06 persen.

“Sepuluh negara ekspor indonesia, pertama yang terbesar ke Singapura, Amerika Sarikat, Malaysia, Tiongkok, Thailand, Jepang, Prancis, India, Jerman dan Australia. Kesepuluh besar negara tujuan tersebut memiliki peran sebesar 86.83 persen terhadap total ekspor kepri di Januari 2018,” ucapnya.

Sedangkan untuk negara impor Kepri juga Singapura, dan beberapa negara lain yang berperan dalam pemasokan barang ke Indonesia. Seperti, Tiongkok, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, UEA, Jerman, Prancis, Taiwan, dan Korsel.

“Impor pada Januari ini yang mengalami kenaikan dari UAE, Amerika, Tiongkok, Prancis, Korea Selatan,  Jerman, Jaiwan, Singapura dan Malaysia,” tutupnya.

Penulis: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here