Ilustrasi

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com- -Pertanian dengan cara Hidroponik merupakan solusi pertanian di daerah perkotaan saat ini, termasuk Kota Tanjungpinang yang saat ini merupakan daerah Importir yang kebutuhan pangan masyarakat yang didatangkan dari luar daerah.

Melihat perkembangan pertanian Hidroponik yang tingkat keberhasilan sangat besar dengan lahan yang sempit, Bank Indonesia (BI) terus menguatkan program pertanian Hidroponik di perkotaan, dengan melakukan pertandinag Pertanian Hidroponik tingkat umum maupun tingkat sekolah, dengan tujuan para peserta yang telah dibimbing tersebut dapat mengembangkan dimasyrakat sekitarnya tempat tinggalnya.

Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Kepri Gusti Rizal Eka Putra mengatakan, BI lebih fokus mengendalikan inflasi yang terjadi saat ini yang disebabkan kebutuhan pangan masyarakat. Salah satu program yang dilaksanakan dengan melaksanakan pertandingan pertanian Hidroponik baik itu tingkat umum dan tingkat pelajar.

“Tingkat umum sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Besarnya antusias peserta yang ikut kemarin BI bekerja sama dengan pemda dan pemprov kembali melaksanakan untuk tingkat pelajar SMP/SLTA se-Tanjungpinang,” kata Gusti, di SMKN 1 Tanjungpinang, Selasa (20/2).

Untuk pelaksanan Pertandinag pertanian Hidroponik tingkat pelajar  BI melakukan pertandingan untuk dua kategori, pertama untuk kategori SMA dan yang kedua kategori SMP, dalam pertandingan tersebut BI melibatkan Dinas pendidikan Provinsi, Kota Dan Dinas Pertanian.

“Dalam Pertandingan Urban Farming go to school, yang natinya perlombaannya akan dilaksanakan persekolah, kemudian melibatkan dinas Pendidikan Provinsi dimana tingkatan SMA meraka yang mengatur, selain itu akan dilibatkan juga Dinas Pertanian dimana mereka yang sangat mengetahui dan mendalami tentang Urban Farming tersebut,” ucapnya.

Dari hasil perlombaan tersebut diharapkan memberikan dorongan kepada pelajar untuk lebih peduli terhadap inflasi daerah, dengan cara memperkuat ketahanan pangan melalui pertanian hidroponik. Selanjutnya ilmu yang mereka dapatkan bisa dikembangkan dilingkungannya.

“Melalui ini kita memberi dorongan kepada mereka, dan melalui ini mereka akan belajar,” ucapnya.

Sekretasis Daerah Kota Tanjungpinang Riono menambahkan, bahwa pemerintah Kota Tanjungpinang sangat mendukungnya program yang dilaksanakan BI, karena hasil dari pertandingannya nanti akan diterapkan dalam masyrakat. Sehingga dengan disebar luaskan ke masyrakat, banyak kebutuhan pokok masyarakat bisa terpenuhi dengan sendirinya tanpa inpor pangan.

“Ini manfaatnya sangat luar biasa, dengan ada program ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan sendiri,” ucap Riono.

Melihat Kota Tanjungpinnag saat ini, Riono mengatakan tidak ada hasil pertanian Tanjungpinang yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjungpinnag saat ini, seperti halnya Cabai, Bawang Merah, dan Beras semua didatangkan dari luar.

“Musim angin pasokan Cabai, Bawang, Beras mulai susah. Melalui hidroponik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan itu,” tutupnya.

Menurutnya, denga cara inilah salah satu langkah untuk terus menekankan inflasi. Pertanian Hidroponik juga sudah diterapkan pemko Tanjungpinang jauh hari sebelum ada program dari BI, dan menurutnaya keberhasilan Hidroponik tersebut sangat luar biasa.

Penulis; Bet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here