TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Forum Komunikasi Alumni Mahasiswa Pejuang Provinsi Kepulauan Riau (FK-AMP2KR) kembali dibentuk. Pembentukan tersebut diumumkan melalui 13 orang mantan aktivis dari berbagai alumni mahasiswa di Kepri, pada Senin (26/02/2018) di Hotel Comfort, Tanjungpinang.

Pembentukan tersebut juga disejalankan dengan Deklarasi FK-AMP2KR yang mengusung tema “Sejarah Memanggil, Kami Kembali,”.

Antara lain, Aziz Martindas aktivis alumni mahasiswa Pekanbaru asal Kabupaten Lingga menyebutkan, kiranya perlu dilakukan suatu evaluasi dan kajian kajian strategis dari sebuah kebijakan pemerintahan yang lebih mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Kepri, sebagaimana yang diamanatkan oleh cita cita pergerakan perjuangan pembentukan Provinsi Kepri yang tertuang dalam deklarasi masyarakat Kepulauan Riau pada tanggal 15 Mei 1999 dalam Mubes masyarakat Kepri yaitu ” Mempercepat kemakmuran masyarakat secara adil dan merata melalui pembentukan Provinsi Kepri”.

Guna menyelaraskan persamaan persepsi visi misi dan misi perjuangan pembentukan Provinsi Kepri agar sejalan dengan persepsi visi misi kebijakan pemerintah daerah saat ini.

“Menurut kami, perlu kembali dipertajam arah visi misinya baik jangka pendek maupun jangka panjang dalam kerangka pembangunan Kepri yang lebih maju dimasa akan datang,” sebut Aziz Martindaz.

Aziz bahkan mengatakan, bahwa Induk dari perjuangan tersebut adalah BP3KR, yang dalam perjalanannya telah dinilai kiprahnya melemah, sehingga generasi senior yang sudah tidak aktif lagi di BP3KR sepakat untuk meinisiasi (FK-AMP2KR) tersebut.

Sementara itu, Julyanta Mitra seorang aktivis alumni mahasiswa Bandung asal ibu Kota Tanjungpinang, menjelaskan dasar dari pendirian forum komunikasi alumni mahasiswa pejuang Provinsi Kepri antara lain, didorong oleh semangat untuk mengkritisi secara konstruktif bilamana terjadi lemahnya peran dan fungsi strategis dalam pengawasan kebijakan publik yang dilakukan masyarakat secara pribadi maupun kelompok termasuk ormas, LSM terutama adalah lembaga konstitusional yang ada dalam unsur pemerintahan.

“Semangat untuk mempertajam kembali implementasi hasil kajian strategis pada saat perjuangan pembentukan Provinsi Kepri yang telah menggambarkan besarnya pendapatan asli daerah Provinsi Kepri bilamana lepas dari Provinsi Riau, yang bersumber dari potensi sumber daya alam ya g dimiliki oleh Provinsi Kepri baik laut, darat dan udara hingga saat ini belum terimplementasi secara maksimal,” ujarnya membacakan.

Ditegaskan para aktivis tersebut, bahwa tujuan terbentuknya Kepri adalah “merangkai pulau memakmurkan negeri” yang mana hingga saat ini tujuan tersebut dinilai tidak tercapai.

“Kepada seluruh masyarakat Kepri , ketahuilah bahwa provinsi Kepri berdiri bukan karena berdiri sendiri tapi perjuangan, yang mana perjuangan tersebut ada konsekuensinya,” tungkasnya.

“Kita anak Kepri tidak takut, hati-hati, pejuang sudah bersatu kembali,” tambah Yourioskandar aktivis alumni mahasiswa Pekanbaru asal kabupaten Natuna.

Julianta Mitra menilai, pemerintah provinsi Kepri saat ini tidak mengarah ke perjuangan merangkai pulau membangun negeri.

“Padahal, itu merupakan sederhana sekali,” cetusnya.

Julianta menambahkan, arah pergerakan (FK-AMP2KR) akan dituangkan dalam suatu program kerja yang bersifat seminar atau lokakarya, dialog interaktif, gerakan simpatik, pemantauan kebijakan publik yang berlandaskan konstitusional dan melakukan upaya hukum dan ataupun gugatan kepada suatu kebijakan publik yang melanggar hak kedaulatan daerah.

Bung Anta juga menjabarkan issue strategis jangka panjang yang diangkat adalah provinsi Kepri sebagai Free Trade Zone yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menuntut untuk diberikan otonomi khusus dalam rangka mengantisipasi infiltrasi ekonomi asing dalam penguasaan perdagangan bebas dan era globalisasi.

“Serta bertekad berjuang semaksimal mungkin kepada pemerintah pusat agar pembagian hasil sumber daya alam yang ada di Provinsi Kepri memenuhi unsur keadilan sebagai bahagian dari bangsa Indonesia dalam menopang tingkat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” tungkasnya.

Sedangkan adanya wacana membentuk provinsi baru di Kepri, menurut salah satu mantan aktivis Pekanbaru asal Karimun bernama Ramdan, bahwa wacana tersebut sebuah penghianatan atas perjuangan selama ini  membentuk Provinsi Kepri.

“Siapa pun melakukan itu, akan kita lawan, kita bangkit untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Di akhir dialog bersama beberapa media lokal, Abdul Halim seorang mantan aktivis Padang asal ibu Kota Tanjungpinang itu menyebut keterlibatan media dalam pembentukan Provinsi Kepri sangat besar.

“Kami akan menarik atau mengajak mantan aktivis-aktivis dalam konstelasi pejuang provinsi Kepri untuk bersama-sama membangun negeri,” tutupnya.

Penulis: Ak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here