*Tidak Dilokasi Ditentukan dan Tidak Sesuai Desain yang Ditentukan

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com- -Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tanjungpinang masih sering menemukan lokasi pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang tidak sesuai dengan lokasi yang sudah ditentukan. Selain itu, tim dari setiap paslon juga masih memasang APK yang tidak sesuai dengan ketetapan desain yang dibenarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang.

Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang Maryamah mengatakan, untuk APK yang melanggar tersebut baik tidak sesuai desain maupun lokasinya, pihaknya telah melakukan pendataan.

Bahkan, Panwaslu pernah melakukan penurunan APK dengan permasalahan yang sama.

“Bersama Polisi dan Satpol PP kami sudah pernah melakukan penurunan, namun ini masih ada lagi, sehingga didata dahulu baru ditindak,” kata Maryamah, di kantor Panwaslu Kota Tanjungpinang, Rabu (7/3/2018).

Saat ini Panwaslu telah melakukan pengawasan di lokasi yang sering dipasang APK dengan memantau seluruh wilayah Kota Tanjungpinang, terutama lokasi yang berdekatan dengan perkantoran, tempat ibadah dan tempat pendidikan.

Sebelumnya penertiban dilakukan di beberapa titik, seperti jalan Borobudur, Sunaryo, Pancur dan jalan Karet, gang Swadaya, dan jalan Tugu Pahlawan. “Nanti kita akan bersama lakukan penurunan, terus kita data pelanggaran itu,” tambahnya.

Panwaslu menekankan agar stiker yang dicetak oleh KPU untuk segera diselesaikan mengingat masa kampanye sudah cukup lama berlalu. Hingga saat ini, atribut resmi yang dicetak oleh KPU belum juga dilakukan serah terima dan dipasang.

” Informasi terakhir yang diterima lagi proses lelang, dan itu sudah kita surati agar disegerakan,” tambahnya.

Untuk stiker bahan kampanye, Panwaslu mengatakan hanya boleh diberikan di pertemuan terbatas. Kemudian untuk di lokasi pemasangan Baleho dan sebagainya, semuanya di sediakan oleh KPU sehingga tidak ada penyewaan plang.

“Sementara belum ada pemasangan yang dari KPU, namun itu semua disediakan KPU nantinya,” ucap Maryamah.

Berdasarkan hasil rakor bersama Liaison officer (LO)dan Panwaslu serta KPU sudah disepakati kepada setiap paslon agar mendata rumah kemenangan mereka. Namun Hingga saat ini, setiap paslon belum ada yang mengirimkan data yang diminta, meskipun sudah Panwaslu surati.

“Belum ada yang masukkan ke Panwaslu lagi hingga saat ini,” jelasnya.

Tujuan dari Pendataan rumah kemenangan, untuk mengatasi lokasi yang menjamur, kemudian yang sangat dekat dengan lokasi rumah kemenangan juga dilarang untuk melaksanakan kampanye.

“Seperti 50 meter dari lokasi pendidikan, itu harus dilarang. Berdasarkan aturan sebelunya minimal 500 meter,” tutupnya.

Penulis: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here