BATAM, SIJORITIDAY.Com- – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali fokus untuk meminta komitmen pengusaha yang memiliki lahan tidur di Batam. Karena hingga saat ini luas lahan tidur di Batam mencapai 7.777,01 hektare di 2.737 lokasi.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan memanggil perusahaan pemilik lahan tidur tersebut untuk meminta rencana bisnis mereka. Pekan lalu menurut Dwianto Eko Winaryo, Deputi III BP Batam, perusahaan yang dipanggil adalah sang pemilik lahan tidur di daerah Batam Center. Sekitar 15 perusahaan yang dipanggil tapi hanya 7 perusahaan yang memenuhi undangan tersebut.

“Dalam pertemuan itu mereka berkomitmen paling lambat tiga bulan akan menyelesaikan rencana bisnisnya,” ujar Dwianto Eko Winaryo.

Eko enggan menyebut nama-nama perusahaan tersebut tapi ia mengungkapkan bahwasannya perusahaan yang dipanggil itu izin alokasi lahannya telah dicabut oleh BP Batam. Pembatalan izin alokasi itu sifatnya prioritas dan dalam waktu tertentu pemiliknya dapat mengajukan kembali permohonan ke BP Batam.

Menurutnya, BP Batam akan membantu pemilik lahan tidur untuk mencari solusi dalam memanfaatkan lahannya. “Jika punya modal bisa memaparkan rencana bisnisnya. Kalau kekurangan modal bisa ajak partner dan ketiga jika tak bisa sama sekali maka kembalikan saja ke BP Batam,” ujarnya.

Bagi perusahaan yang tidak sanggup membangun, maka Uang Wajib Tahunannya akan dikembalikan sesuai sisa tahun dari sewa lahan yang ditempati.

Setelah pemilik lahan tidur di Batam Center, BP Batam juga akan memanggil perusahaan pemilik lahan tidur di kawasan Kabil, Nongsa untuk tujuan yang sama yakni meminta komitmen dan rencana bisnis mereka. (sito-2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here