BATAM, SIJORITODAY. Com –– Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) sedang melobi pemerintah pusat dalam hal ini sejumlah kementerian untuk mempercepat proses pelepasan status hutang lindung di kawasan Rempang dan Galang (Relang). Bahwasannya kawasan Relang akan dijadikan salah satu lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kita harapkan ini bisa jadi sehingga Batam punya keunikan dengan negara tetangga,” ujar Lukita Dinarsyah Tuwo , Kepala BP Batam kepada wartawan Rabu (21/3/2018).

Menurut Lukita pihaknya telah rapat dengan Kementerian ATR/BPN membahas status Relang. “Pelepasan harus dilakukan karena kalau tidak, maka Rempang Galang akan semakin tidak terkendali,” ujarnya.

Tapi kepastian kapan itu terlaksana, Lukita tak bisa memastikannya.

BP Batam punya wilayah kerja sekitar 715 km2 di Rempang Galang dimana ada 6 buah jembnatan dan jalan raya sepanjang hampir 70 km yang dibangun BP Batam disana.

Sesuai Keppres Nomor 28 Tahun 1992, Rempang dan Galang masuk wilayah kerja Otorita Batam (kini BP Batam). Tapi karena status quo sejak tahun 2002, lahan di sana belum bisa dialokasikan oleh BP Batam. (sito 7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here