Refleksi Jalan Salib yang diikuti jemaat GPIB Zebulon Batam jelang Paskah 2018 pada Rabu (28/3/2018)

BATAM, SIJORITODAY.Com — Paskah merupakan perayaan terpenting dalam kehidupan umat Kristiani di seluruh dunia karena ada sakramen khusus yang tiap tahun dirayakan. Momen Paskah ini juga dimanfaatkan Gereja GPIB Zebulon di Tiban, Sekupang untuk melakukan serangkaian ritual ibadah dan kegiatan lainnya. Rangkaian perayaan Paskah di GPIB Zebulon, Tiban dipusatkan di gedung gereja

GPIB Zebulon Tiban, Batam memulai ritual rangkaian perayaan Paskah dengan menggelar Refleksi Jalan Salib pada Rabu (28/3/2018) lalu. Jalan salib ini dimulai pukul 19.30 WIB. Ratusan anggota jemaat hadir dalam ritual ini. Jemaat secara berkelompok di bawah terang lilin sambil membawa salib mengelilingi 7 pos yang telah disiapkan untuk mendengar firman Tuhan yang disampaikan oleh presbiter.

Jalan salib ini untuk mengingatkan jemaat akan prosesi penyaliban Yesus yang begitu memilukan karena anak Allah itu mendapat perlakuan tidak manusiawi dari para seterunya kala itu.

Menurut Ketua Majelis Jemaat GPIB Zebulon Pendeta Septy Marlin Souhoka-Apui dalam khotbahnya, refleksi jalan salib itu untuk mengingatkan jemaat atas apa yang dialami Yesus mulai dari pengkhianatan yang dilakukan oleh murid-Nya, Yudas Iskariot yang menjual Yesus kepada para seterunya karena uang.

“Jadi ketika kita sudah ikuti jalan salib dan bila bersungguh-sungguh maka kita dapat merasakan penderitaan Yesus untuk menyelamatkan kita. Jadi ditengah situasi ini mari kita setia kepada Tuhan dan jangan lagi menjadi Yudas masa kini yakni menjual Yesus melalui tindakan kita. Jangan lagi menjual Yesus hanya karena uang,” ujar Pendeta Marlin.

Pendeta Marlin juga mengajak para jemaat untuk memberikan hidupnya sebagai alat untuk meneruskan karya Tuhan sampai selama-lamanya di dunia ini.

Refleksi jalan salib ini berjalan lancar yang dilanjutkan dengan perayaan Jumat Agung melalui ritual Perjamuan Kudus yang hanya diikuti oleh anggota jemaat yang telah sidi atau dewasa secara iman.

Ibadah Jumat Agung ini diikuti sekitar 600 jemaat dewasa mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.45 WIB di gedung gereja. Para jemaat melakukan ritual makan roti sebagai lambang tubuh Yesus dan minum anggur sebagai lambang darah Yesus yang tercurah di bukit Golgota karena menebus dosa umat manusia di meja perjamuan kudus untuk mengingat rayakan kematian Yesus di kayu salib setelah menjalani penderitaan disiksa, diludahi, dicaci maki dan diolok-olok oleh para seterunya di bawah pemerintahan Pilatus dan Herodes.

Dalam khotbahnya, Pendeta Septy Marlin mengingatkan para jemaatnya untuk menjadi pengikut setia Yesus tanpa keraguan.

Setelah itu pada Minggu (1/4/2018) subuh nanti, seluruh jemaat GPIB Zebulon akan menggelar perayaan Paskah atau hari kebangkitan Yesus setelah tiga hari kematianNya.

Pagi tadi (31/3/2018) jemaat GPIB Zebulon telah berbondong-bondong ke gereja untuk menggelar jalan santai dan gotong royong bersama. Jalan santai ini dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Rute jalan santai kurang lebih satu kilo meter.

Sejumlah jemaat juga turut membawa bayi mereka untuk acara jalan santai ini. Jemaat yang hadir terlihat sangat kompak karena masing-masing kelompok yang dibagikan panitia juga diwajibkan untuk membuat yel-yel tersendiri untuk menyemangati tim masing-masing.

“Ternyata ada bagi-bagi hadiahnya juga,” ujar salah satu jemaat yang usai timnya menyampaikan yel-yel mereka dan menerima hadiah dari panitia.

Puncak perayaan Paskah tahun 2018 akan digelar subuh nanti (Minggu, 1/4/2018) di halaman parkir gedung GPIB Zebulon Tiban. Jemaat GPIB Zebulon akan merayakan hari Kebangkitan Yesus melalui ibadah Paskah yang akan dipimpin Pendeta Septy Marlin Souhoka-Apui. Perayaan Paskah juga akan menjadi momen bagi anak-anak karena mereka diberikan kesempatan untuk mencari dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya telur Paskah. (sito 7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here