TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com- -Pertanyaan Pelaksanaan debat putaran pertama Cawako dan Cawawako Kota Tanjungpinang yang dilontarkan tim panelis melalui moderator cantik dari Jakarta tampak membuat paslon berpikir sedikit tegang.

Debat membahas seputar visi dan misi tentang pendidikan, kebudayaan, dan pelayanan publik bagi kedua paslon dinilai menjadi argumentasi paslon dalam kemajuan Kota kedepannya.

Salah satu Tim Panelis Zamzami A Karim menilai pertanyaan yang dilontarkan panelis terhadap kedua kandidat belum terpecahkan, para paslon lebih menjabarkan program-program yang mereka andalkan.

“Jadi pertanyaan dari tim panelis tidak terjawab dalam artian jawabannya tidak nyambung,” kata Zamzami yang merupakan akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik Tanjungpinang.

Ia katakan dalam putaran pertama tim panelis belum mendapatkan poin penting dan gagasan dalam 3 tema, padahal tema tersebut bukan lagi hal yang baru. Seperti tentang teknologi IT, dan merespon revolusi teknologi IT dalam rangka menjalankan pemerintahan dan mengenai keberadaan perguruan tinggi disuatu kota. Itu semua menurutnya kedua paslon menjawab masih ngambang.

“Padahal kita ketahui Tanjungpinang saat ini kan telah di rancang sebagai kota smart city, harus paslon paham,” kata dia.

Zamzami menyebut paslon sangat bernafsu menyampaikan program-program andalannya untuk merebut hati rakyat.

“Mereka lebih kepada menjabarkan apa yang sudah mereka siapkan dimeja, lebih kepada program mereka,” ujarnya.

Ketua KPU Kota Tanjungpinang Robi Patria mengatakan dipilihnya tema ini pada debat publik putaran pertama karena dinilai tema tersebut menjadi dasar dalam kemajuan pemerintahan.

Debat yang dibagi dalam 6 segmen dipandu oleh Presenter Chacha Annisa S.Sos., M.Si dan lima orang Panelis lainnya Prof. Dr. SYafsir Akhlus, M.Sc, Prof. Dr. Lazarus Tri Setyawanta, SH,M.Hum, Prof. Dr. Firdaus LN, M.Si, Dr. Abdul Malik, M.Pd, Dr. Suhardi Mukhlis, M.Si

Penulis: Bet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here