Foto Ilustrasi

LINGGA, SIJORITODAY.com – Warga Desa Maroktua Kecamatan Singkep Barat, melaporkan tindakan oknum Kepala Desa yang diduga menjual lahan kepada perusahaan seluas 67,7 Hektare dengan potongan 1 juta untuk satu suratnya. Potongan uang tersebut diduga disampaikan oknum Kepala Desa melalui perangkatnya untuk diserahkan sebagai uang pengalihan lahan kepada Bupati Lingga.

Beberapa orang perwakilan warga Desa Maroktua ini sebelumnya sudah melaporkan hal ini kepada Badan Permusyarawatan Desa (BPD) Desa Maroktua, untuk mendapatkan pencerahan. Setelah menggelar pertemuan dengan BPD yang dihadiri kurang lebih 2 ratus warga masyarakat tersebut, disimpulkan bahwa permasalahan tersebut untuk dibawa kepihak berwajib sebagai tindakan penyelesainnya.

“Kami sudah laporkan masalah ini ke BPD, dan hari ini kami didampingi BPD untuk melapor ke Polsek Singkepbarat supaya ada penyelesaian,” kata Salah satu warga Marok Tua kepada Sijoritoday.com, saat ditemui di Kantor Polsek Singkepbarat, Jumat (11/05).

Ditempat yang sama, Wakil Ketua BPD Desa Maroktua Yanto membenarkan bahwa kedatangannya untuk mendampingi masyarakat melaporkan masalah tersebut ke Polisi.

Ada dua permasalahan yang disampaikan masyarakat ke BPD, selain dugaan penjualan lahan di Tanjungpaku Desa Maroktua, ada juga dugaan penerimaan uang sejumlah 50 juta yang diterima oknum kepala Desa untuk perbaikan jembatan, namun tidak disampaikan kepada masyarakat.

“Kedua-duanya dilaporkan masyarakat, tapi sebelumnya kami juga sudah mengonfirmasi kebenaran masalah ini kepada warga Tanjungpaku, dan mereka membenarkan bahwa Kepala Desa meminta potongan uang 1 juta untuk sebagai uang pengalihan lahan kepada Bupati Lingga,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut salah satu keluarga Bupati Lingga membenarkan permasalahan tersebut, dan sudah menerima rekaman percakapan dari perangkat Desa Marok tua. Untuk itu dirinya mendukung masyarakat untuk melaporkan masalah ini kepada pihak Kepolisian agar permasalahan ini dapat ditelusuri kebenarannya.

“Sebagai keluarga, kami mendukung laporan tersebut, dan kita terus pantau supaya ada kejelasan masalah ini, sampai hari ini tidak satupun rekomendasi yang diterbitkan Bupati terkait penambangan apalagi sampai ada uang pungutan pengalihan lahan entah darimana dasarnya,” jelasnya.

Dihubungi ditempat yang sama, Kapolsek Singkep Barat, IPTU Idris membenarkan laporan itu, dirinya mengaku akan menerima dan menampung terlebih dahulu informasi yang diberikan oleh masyarakat tersebut, dan tindakan dari kepolisian adalah melakukan pengecekan dilapangan mengenai kebenaran informasi tersebut.

“Kami dari pihak Kepolisian ingin mengecek dulu kebenaran informasi tersebut, dan laporan dari masyarakat akan kita telusuri,” sebutnya.

Penulis: Jon Cosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here