JAKARTA, SIJORITODAY.com – – Hari Minggu, 15 Mei 2018, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo hadir di acara pembukaan Workshop Nasional Anggota DPRD Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Mercure, Jakarta. Mengawali kata sambutannya, Menteri Tjahjo sempat mengungkap alasan dibalik batalnya kehadiran Presiden Jokowi di acara tersebut. Menurut Tjahjo, awalnya Presiden Jokowi akan ikut menghadiri. Tapi karena ada peristiwa teror bom di Surabaya, Presiden Jokowi batal datang karena harus segera terbang ke Surabaya.

“Pak Presiden tidak bisa hadir karena beliau jam 12:45 harus ke Surabaya. Semata mata beliau ingin hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang diteror, baik kemarin di Mako Brimob yang gugur 5 perwira kepolisian, dan ini musibah bom di gereja yang ada di Surabaya,” katanya.

Tjahjo pun mengajak semua yang hadir di acara tersebut untuk mendoakan mereka yang jadi korban teror, agar di terima dengan baik di sisi Allah SWT. Tjahjo juga mengajak, agar semua elemen bangsa makin mempererat tali persaudaraan. Jangan sampai, karena teror, kemudian tercerai berai. Justru teror yang dilakukan oleh orang -orang biadab, mesti jadi momentum untuk meneguhkan sikap berani menentukan siapa kawan dan siapa lawan.

“Kita harus berani menentukan sikap siapa kawan dan siapa lawan, pada perorangan, kelompok dan golongan yang dia ingin mengacaukan NKRI, ingin memecah belah Bhinneka Tunggal Ika, ingin mengganti Pancasila, itu lawan kita. Saya kira ini yang harus dipertegas. Saya kira PPP yang merupakan bagian elemen bangsa, parpol yang tertua. Saya kira kita akan bersama sama dengan seluruh pihak untuk menentang hal-hal yang mengancam dan keutuhan kedaulatan NKRI kita,” tutur Tjahjo.

Humas Kemendagri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here