TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Stisipol Raja Haji Tanjungpinang didampingi Shahril MPM, Sekretaris P3M Stisipol, Sabtu (23/6/2018) siang disebuah kedai kopi di Tanjungpinang merilis hasil survei.

Dalam hasil survei Pilkada Kota Tanjungpinang pada periode 08-14 Juni 2018 mendapati hasil Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang urut 2 Lis-Maya unggul sementara dengan dipilih oleh 50,25% responden dan menempatkan pasangan ini unggul atas pasangan Syahrul-Rahma dengan angka keterpilihan 35,50%.

“Terkait dengan elektabilitas kandidat calon Wali Kota, dari 400 responden yang terjaring dalam pertanyaan ini, tingkat elektabilitas pasangan nomor urut 1 Syahrul-Rahma di angka (35,50%), dan yang masih menjawab rahasia/belum menentukan pilihan sampai saat ini yaitu di angka (14,25%). Gambaran ini menjelaskan pasangan Lis-Maya unggul dengan selisih jarak 14 poin dari pasangan Syahrul-Rahma. Menghasilkan kesimpulan sementara bahwa Lis-Maya berpeluang besar memenangkan Pilkada Kota Tanjungpinang 2018. Dengan catatan swing vooter sebesar 14,25% terbagi secara merata dan proporsional kepada kedua kandidat calon,” kata Ketua Tim Survei P3M STISIPOL Raja Haji, Suwito saat merilis analis temuan pihaknya kepada pewarta.

Suwito melanjutkan, pada temuan perilaku pemilih yang menempatkan perilaku pemilih pada potensi politik indentitas tidak ditemukan potensi itu secara signifikan. Ditemukan 23,00% responden akan memilih pasangan calon atas dasar pertimbangan kesamaan Suku, agama, dan keturunan. Sementara sebanyak 54,00% responden tidak akan menggunakan memilih calon berdasarkan kesamaan suku, agama, dan keturunan tersebut.

“Temuan ini menjelaskan peta dukungan atas dasar perilaku pemilih yang terasosiasi pada kedua kandidat calon yaitu calon mana yang terindentifikasi menggunakan isu isu primodial dan calon yang tidak memainkan isu primodial,” ujarnya.

Poin ketiga, pada elektabilitas responden Kota Tanjungpinang terhadap pilihan calon presiden ditemukan mayoritas responden akan memilih Joko Widodo dengan angka 46,25% dan temuan Prabowo Subiyanto dengan angka 25,75%. Sementara kandidat lain masih dibawah angka 5%. Gambaran tersebut menjelaskan dua arus besar responden atas asosiasi pilihan yaitu kepada arus Joko Widodo dan arus Prabowo Subiyanto.

Sedangkan pada elektabilitas partai politik menempatkan PDI Perjuangan meraih dukungan terbanyak responden yaitu 19,75%, disusul Gerindra sebanyak 11,50%, partai Golkar 7,5% dan partai Demokrat 4,75%. Sementara partai lain masih dibawah 4%. Gambaran tersebut menjelaskan posisi partai pengusung kedua kandidat calon menyangkut peluang dan harapan kemenangan.

Sementara kendali mutu survey adalah pewawancara lapangan dengan melibatkan 36 surveyor, melibatkan mahasiswa sederajat dan mendapatkan pelatihan (workshop) secara intensif di setiap pelaksanaan survey.

“Validasi data sampel dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis dari sampel yang diperoleh dari survey dengan populasi yang diperoleh melalui data (DPT)
Daftar Pemilih Tetap tahun 2014,” ungkapnya.

Berdasarkan metodologi sorvey yang diterapkan P3M Stisipol mengambil jumlah responden sebanyak 400 orang, dengan margin of error plus minus 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden terpilih diwawancara tatap muka, diberikan daftar pertanyaan oleh pewawancara terlatih dari kalangan mahasiswa/sederajat yang sudah mendapatkan pelatihan.

Adapun yang menjadi kesimpulan versi P3M ini yaitu pertama, pasangan nomor urut 2, Lis-Maya memiliki gap atau jarak angka elektabilitas sekitar kurang lebih 14% dengan kandidat pasangan Syahrul-Rahma. Di dua yaitu pertanyaan spontan dan pertanyaan pilihan tertutup. Pada pertanyaan spontan/terbuka pasangan Lis-Maya (32.00%). Pasangan Syahrul -Rahma (18,75%).

Kesimpulan kedua, dari empat variabel temuan hasil survei yaitu variabel keterpilihan calon, variabel keterpilihan pada Pilpres, variabel keterpilihan pada partai politik serta kecenderungan perilaku pemilih pada Pemilukada 2018 terdapat garis linier empat variabel tersebut pada potensi kemenangan pasangan calon Lis-Maya.

Kesimpulan ketiga, survei ini memberi kesimpulan bahwa pasangan Lis-Maya akan memenangkan Pilkada Kota Tanjungpinang dengan catatan tidak terjadi kejadian bersifat luar biasa disisa durasi masa kampanye.

Kesimpulan keempat, terlepas bahwa pasangan Lis-Maya berpeluang besar memenangkan Pilkada Tanjungpinang 2018 namun pasangan Syahrul-Rahma bukan berarti sudah menutup peluang menang pasangan ini. Dalam survei ini memberi ruang mirgin of error’ sebesar kurang lebih 5% yang menjelaskan bahwa angka elektabilitas terakhir kedua pasangan calon, bisa saja berubah naik dan turun pada kisaran angka margin of error tersebut mengikuti kondisi kenstelasi disisa akhir masa kampanye yang berpeluang merubah secara keras persepsi pemilih.

Quality control terhadap survei dilakukan melalui tiga cara pertama, spotcheck lapangan, yaitu sebanyak 25 % dari total sampel didatangi dan diwawancara kembali untuk memastikan kebenaran data. Lalu kedua callback, yakni sebanyak 20 % sampel responden dikontak kembali melalui telepon guna keperluan konfirmasi verifikasi. Kemudian ketiga, Quality control juga dilakukan terhadap proses input data, sebanyak 20 persen dicek secara acak input data ke dokumen hasil wawancara.

Hasil survei P3M Stisipol Raja Haji tersebut seirama dengan yang dilakukan 4 lembaga survei lainnya, yang lebih dulu melakukan survei.

Trend elektabilitas head to head H Syahrul SPd vs H Lis Darmansyah SH periode April 2017 hingga Juni 2018 berdasarkan lima lembaga survei adalah sebagai berikut:

– Indobarometer pada April 2017 Lis 48,50 %; Syahrul 28,90 %.
– PKKP Stikom IGA pada Juni 2017 Lis 42,00 %; Syahrul 21,00 %
– Pusdeham Surabaya pada November 2017 Lis 46,50 %; Syahrul 27,00 %.
– Gurindam Center pada Maret 2018 Lis 44,00 %; Syahrul 28,00 %.
– PKKP Stikom IGA pada April 2018 Lis 46,25 %; Syahrul 36,00 %.
– P3M Stisipol pada Juni 2018 Lis 50,25 %; Syahrul 35,75 %.

Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here