TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – BPJS Tenagakerjaan Kota Tanjungpinang mencatat terdapat 1.291 perusahaan di empat kabupaten kota dari 3.811 perusahaan yang ada telah menunggak iuran BPJS Tenagakerjaan, Senin (23/07).

Perusahaan tersebut akan dilakukan penindakan apabila tidak patuh melakukan pembayaran iuran BPJS TK Ketenagakerjaan.

“Kita akan melakukan penindakan secara bertahap terhadap 1.291 perusahaan itu,” kata Petugas Pengawas Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan di Tanjungpinang, Niko Alfiansa, Selasa (24/07).

Niko menegaskan, kepada perusahaan – perusahaan yang menunggak iuran agar segera menyelesaikan tunggakannya, karena upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk mengingatkan perusahaan untuk membayar tunggakan sudah dilakukan.

“Jika upaya mengingatkan yang dilakukan BPJS TK sudah dilakukan namun tak diindahkan juga, maka kita akan kita tindak lanjuti secara hukum yaitu menindaklanjuti ke Kejaksaan,” ucap Niko.

Sebelumnya, 32 Perusahaan di Tanjungpinang telah dilakukan penindakan, 32 perusahaan ini masuk dalam kategori tidak patuh, ada penunggak iuran, ada yang belum wajib mendaftar.

Bahkan, terdapat 52 perusahaan telah dipanggil Kejaksaan Negeri Tanjungpinang. Perusahaan yang dipanggil Kejaksaan ini masuk dalam kategori perusahaan yang macet dan ragu.

Dalam waktu dekat, kata Niko, BPJS TK akan melakukan pemeriksaan terpadu terhadap perusahaan -perusahaan yang tidak patuh, termasuk PT. BAI.

“Untuk jumlahnya masih ada 50 perusahaan yang akan kita panggil dalam waktu dekat, karena nunggak iuran,” jelasnya.

PT. BAI, sambung Niko, adanya indikasi tenagakerja asing yang tidak mendaftar ke BPJS Tenagakerjaan.

“Belum dipastikan kebenarannya, masih dalam proses mencari informasi mengenai keberadaan tenagakerja asing di PT BAI itu,” pungkasnya.

Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here