Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga (berkacamata) saat konfrensi pers di Mapolda Kepri, Batam.

BATAM, SIJORITODAY.com – – SPBU 14.294.741. Milik PT. Norista Laksana Semesta Sagulung, Batam, disinilah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ‘PG’ membeli BBM jenis Premium kemudian dijualnya ke masyarakat melalui eceran untuk memperoleh keuntungan.

PG pemilik pertamini Putri Hijau Sagulung ini ditangkap Ditreskrimsus Polda Kepri dirumahnya saat melakukan pemindahan BBM premium dengan menggunakan selang ke motor yang sudah dimodifikasinya dan botol untuk di jual ke konsumen.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga menerangkan, polisi berhasil mengamankan barang bukti 9 jerigen yang mana 7 jerigen telah berisi BBM jenis Premium dan 2 jerigen dalam keadaan kosong serta 1 (satu) unit mobil Daihatsu Xenia warna silver BP 10XX JR yang digunakan PG saat beraksi.

“Mobil XENIA warna silver BP 10XX JR yang memiliki kapasitas tangki minyak sebanyak 35,6 liter,” kata Erlangga.

Erlangga mengatakan, sebelumnya Ditreskrimsus Polda Kepri mendapatkan adanya berita yang viral di media sosial tentang penyelundupan BBM jenis premium atau bensin dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia bp 10XX JR warna silver yang di viralkan oleh akun Willhard Simorangkir di facebook dan postingan tersebut ditanggapi oleh 2534 akun dan dikomentari oleh 1226 akun.

Kemudian, Tim mendatangi SPBU 14.294.XXX tersebut dan berkoordinasi dengan pengawas lapangan SPBU dan didapati informasi bahwa konsumen yang mengantri BBM jenis premium banyak yang melakukan pengisian full tanki.

Tim mencari tahu pemilik mobil Daihatsu Xenia BP 10XX JR warna silver yang di viralkan oleh akun Willhard Simorangkir di facebook dan tim mendapat informasi bahwa alamat pemilik dari kendaraan tersebut yang berada di Kav. Baru Nato Berseri RT 005 RW 001, Sagulung Kota Batam.

“Tim mendatangi alamat pemilik dari kendaraan tersebut yang berada di kav. Baru Nato Berseri Rt 005 Rw 001, Sagulung Kota Batam , tim mendapati mobil tersebut berada di rumah sedang melakungan pemindahan BBM jenis premium kedalam jerigen yang kemudian di letakan di atas sepeda motor yang dimodifikasi untuk di ecerkan kembali ke pertamini miliknya,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, PG dibawa ke Mapolda Kepri karena telah melanggar pasal 53 huruf d Undang-Undang RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi yang berbunyi :

“ Setiap orang yang melakukan niaga tanpa izin usaha niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp 30.000.000.000,- (tiga puluh miliar rupiah) “.

Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here