Ketua Fraksi PKS DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah. Foto: Ak

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Ing Iskandarsyah menyampaikan salah satu efek dari APBD Kepri yang defisit dan yang hanya menggantungkan sumber dana dari pusat adalah banyak tertundanya pembayaran oleh pemprov kepada perusahaan.

Misalnya, perusahaan yang telah diputuskan pemerintah sebagai pelaksana kegiatan di APBD sudah menjalankan kewajibannya membangun.

“Tapi karna uang tidak ada, harus menunggu pemerintah bayar tahun depan. Kasianlah harus di tunda pembayarannya. Akhirnya keuntungan tidak dapat karna harus menunggu lama pencairan,” kata Iskandarsyah, Selasa (02/10/2018).

“Bukan untung yang didapat, tapi buntung,” sebutnya.

Ditambah lagi jika perusahaan tersebut tidak kuat dari segi modal yang kemudian berutang dengan salah satu bank, perusahaan tersebut harus bayar bunga di bank yang dia pinjam.

“Kan tambah parah lagi,” katanya.

Sebagai Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan, Iskandarsyah memberi solusi, salah satunya Pemprov Kepri harus lebih mandiri dalam hal sumber fiscal (keuangan).

“Kita butuh uang dari pusat, tapi kalau mereka tunda bayar akhirnya kita yang bermasalah. Intinya APBD Kepri belum Mandiri,” imbuhnya.

Iskandarsyah berharap agar Gubernur dan tim TAPD Pemprov harus serius dan kreatif untuk meningkat pendapatan daerah.

“Saran kami juga, jika uangnya pas- pasan. Jangan belanja APBD terlalu banyak yang tidak penting dan tidak prioritas,” sarannya.

Ak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here