Komunitas Gay Tanjungpinang di Medsos khususnya Facebook menjadi viral

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) adalah perilaku menyimpang. Lima tahun sebelumnya, perilaku LGBT ini nyaris tersebar di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia wilayah Kepulauan Riau, Yoza Azda S.Psi, kepada Sijoritoday.com, Senin (15/10/2018).

Menurut Yoza, perilaku seks menyimpang ini pada dasarnya karena pengaruh dari pola asuh keluarga dan pergaulan sehari-sehari. Keluarga, dapat melakukan penyelidikan mendalam terhadap apa yang terjadi disekitar anaknya, beri dia pengarahan dan pemahaman agar tidak terjerumus keprilakuan yang menyimpang.

“Ya itu bisa diarahkan, contoh laki-laki berpasangan dengan perempuan,” katanya menirukan contoh kecil.

“Jangan biarkan anak bergaul dengan orang Lesbian dan Homo Seksual, disitu anak nanti bisa terpengaruh dan bisa mengalami orientasi seksual,” ujar Yoza menekankan.

Agar terhindar dari perilaku semacam ini, Yoza menitikberatkan fungsi pengawasan keluarga terhadap anak-anak berusia dini, bahkan anak-anak yang telah beranjak Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Akhir (SMA) agar menghindari pergaulan ke para LGBT.

LGBT, lanjut Yoza, adalah gangguan orientasi seksual yang menyalahi kuadrat meskipun komunitas ini membenarkan perilakunya. Dampak tidak hanya terjadi pada diri sendiri, dampak dari LGBT dapat mempengaruhi kehidupan anak-anak yang baru tumbuh.

Perilaku seks menyimpang ini, menurut Yoza, sebenarnya tidak mereka inginkan. Mereka para Gay dan Lesbian, hasrat untuk sesama jenis sangat tinggi akibat hasrat untuk ke lawan jenis mereka tidak tertanam. Mereka sudah ambar dengan lawan jenis.

Pemerintah nyaris tidak mampu untuk mengubah seorang Gay dan Lesbian untuk menjadi normal. Sebab, kekuatan para kaum LGBT untuk menjadi normal itu tidak ada para dirinya. Bahkan mereka beranggapan bahwa mereka sudah normal.

“Bisa tu bisa dirubah, tapi sangat sulit, memang harus keluarga menanamkan moral yang baik dan mengarahkan atas kemauan diri mereka sendiri, mengubah perilaku dan mendekatkan diri kepada agama, karena agama jelas-jelas melarang, bentengi kita dengan agama,” ungkapnya.

~Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here