Foto : dok

BATAM, SIJORITODAY.com– – PT. Satnusa Persada, TBk (PTSN) telah mulai melakukan kerjasama perakitan produk Smarthome dengan Pegatron. Ekspor pertama produk ini ke Amerika Serikat akan dilakukan pada 24 Januari mendatang.

Pernyataan ini sekaligus menklafirikasi isu perakitan produk Iphone di Batam. Menurut Direktur utama PTSN Abidin Fan, sejauh ini kerjasama antara Pegatron dan PTSN belum menyinggung perakitan telepon pintar Iphone.

Sejumlah produk Smarthome yang akan dirakit di PTSN meliputi Gateway, router, modem, smart speaker, IP Cam dan produk sejenisnya.

“Sementara ini bukan Smartphone, tapi Smarthome,” ujarnya saat melakukan Public Expose Insidentil di kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Batam, Kamis (3/1).

Kontrak kerja PTSN dengan Pegatron akan berlangsung selama 3 tahun plus 1 tahun. Kemudian kontrak akan diperbaharui secara berkelanjutan. Sementara tenaga kerja yang akan diserap dari kerjasama ini mencapai 2000 orang.

PTSN akan menggunakan satu dari 2 pabrik barunya untuk mendukung kejasama dengan Pegatron. Bangunan Pabrik 12  setinggi 6 lantai ini akan rampung di pertengahan Januari 2019. Pabrik 12 dibangun di atas lahan seluas 2.560 m2 dengan biaya sebesar Rp 148 miliar. 

Dana yang digunakan untuk mebiayai pembangunan pabrik tersebut diperoleh melalui kredit bank Mandiri, penjualan saham treasury dan dana kas internal perusahaan.

Menurut catatan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan perakitan elektronik terbesar kedua di dunia ini memindahkan sebagian produksinya karena beberapa poduk yang dibuat di Tiongkok akan dikenakan pajak tambahan apabila diekspor ke Amerika Serikat.

Pegatron Corporation akan melakukan kerjasama dengan PTSN untuk merakit berbagai produk elektronik yang akan diekspor ke Amerika Serikat. PTSN berpotensi memproduksi berbagai produk dikemudian hari sesuai dengan permintaan pasar di Amerika Serikat.

Realisasi kerjasama Pegatron dan PTSN akan direalisasikan paling lama bulan mendatang, dengan produksi penuh diharapkan pada pertengahan 2019. Karena akan butuh waktu bagi Pegatron untuk memindahkan, memasang, dan mengesahkan peralatan sebelum pabrik beroperasi penuh.

Pegatron lebih memilih bekerjasama dengan perusahaan lokal dan menyewa pabrik ketimbang  membangun fasilitas baru. Tujuannyauntuk memastikan produksi bisa dilakukan sesegera mungkin.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here