TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Nelayan di wilayah pesisir Teluk Keriting, Kelurahan Tanjungpinang Barat mengeluh hasil tangkapan laut mereka berkurang sejak adanya pekerjaan pembangunan Proyek Gurindam 12 di area Tepi Laut, yang mulai dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 lalu.

Salah seorang nelayan setempat, Sukardi mengatakan jauh sebelum dilaksanakan pembangunan tersebut, hasil melaut yang dihasilkan seperti udang putih perhari mencapai dua hingga Tiga Kilogram. Udang putih dijual perkilogram Rp80.000 sampai Rp100.000.

“Sekarang buat mencari setengah kilogram perhari saja sulit,” kata Sukardi, Senin (21/1).

Menurut Sukardi, penurunan jumlah tangkapan laut itu tidak terlepas dari aktivitas penimbunan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepri di kawasan proyek tersebut.

“Penimbunan itu mungkin berdampak terhadap keberlangsungan hidup biota laut,” ujarnya.

Ia menambahkan keluhan itu kini sudah disampaikan kepada Wali Kota Tanjungpinang Syahrul, dengan harapan pemerintah dapat mencarikan solusi terhadap kondisi nelayan di daerah tersebut.

“Ada 18 nelayan yang mengadukan persoalan ini kepada Wali Kota,” imbuhnya.

Menanggapi persoalan itu, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul mengatakan, Pemko Tanjungpinang akan berkoordinasi dengan Pemprov Kepri agar proyek tersebut melibatkan para nelayan sekitar untuk bekerja.

“Kita juga akan meminta Pemprov Kepri bangun kios untuk nelayan pesisir berjualan,” sebutnya.

Proyek Gurindam 12 merupakan proyek tahun jamak yang dikerjakan oleh Pemprov Kepri di kawasan pesisir Kota Tanjungpinang.

Proyek ini menelan anggaran APBD Kepri sekitar Rp513 miliar dan dikerjakan mulai tahun 2018-2020 mendatang.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here