TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Satuan Narkoba Polres Tanjungpinang mengamankan lima orang pelaku Tindak Pidana Narkotika di Jl. Hang Lekir, Perum. Mahkota Alam Raya, Kota Tanjungpinang.
Ironisnya, dari kelima pelaku tersebut, tiga di antaranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Provinsi Kepri, yakni berinisial FR (40) pejabat eselon IV Pemprov Kepri. Kemudian MH (38), RFH (33) ASN di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) setempat.
Lalu, satu orang tenaga honorer di Sekwan DPRD Kepri inisial (44), dan satu orang lainnya merupakan karyawan swasta inisial DAM (37).
Kasatres Narkoba, AKP R.M.D. Ramadhanto, dalam konferensi pers yang digelar di Polres Tanjungpinang, Selasa sore, menjelaskan kronologi Tindak Pidana Narkotika tersebut yaitu pada hari Jumat tanggal 14 Juni 2019 sekira pukul 23.00 WIB, Anggota Satresnarkoba Polres Tanjungpinang mendapatkan informasi dari masyarakat ada seorang laki-laki diduga memiliki dan menyimpan diduga narkotika jenis sabu dan ekstasi.
“Kemudian, didapat informasi bahwa laki-laki tersebut berada di sebuah rumah di Jl. Hang Lekir Perum. Mahkota Alam Raya Tanjungpinang,” imbuhnya.

Lanjutnya, di dalam rumah tersebut didapati 4 orang laki-laki yaitu FR, MH, RFH dan DAM dan setelah dilakukan penggeledahan oleh Personil Satres Narkoba Polres Tanjungpinang di dalam rumah tersebut di bagian kamar tengah ditemukan 1 (satu) buah kotak plastik kecil tergeletak di lantai yang setelah dibuka berisikan 1 (satu) paket diduga narkotika jenis sabu dibungkus plastik bening seberat 23,97 gram dan 1 (satu) bungkus plastik berisi 10 (sepuluh) butir diduga narkotika jenis pil ekstasi berbentuk kodok warna hijau seberat 3,19 gram dengan total berat keseluruhan 27,16 gram yang diakui kepemilikannya oleh MH.

Menurutnya, di kamar bagian belakang rumah ditemukan di bawah kasur 1 (satu) buah pipet kaca merk FANBOO berisi sisa pakai diduga narkotika jenis sabu.

“Berdasarkan hasil interogasi diakui oleh FR, MH, RFH, dan DAM bahwa mereka baru saja selesai mengonsumsi diduga narkotika jenis sabu tersebut,” ungkapnya.

Setelah itu, penggeledahan dilanjutkan di kamar bagian belakang yang kemudian ditemukan di dalam toilet kamar seorang laki-laki yang sedang bersembunyi mengaku bernama RA dan setelah diinterogasi RA mengaku juga ikut mengkonsumsi diduga narkotika jenis sabu di dalam kamar bagian belakang tersebut.

Adapun barang bukti lainnya yang diamankan yaitu, 1 (satu) unit handphone merk SAMSUNG GALAXY A5 2017 warna gold beserta kartu didalamnya milik FR, 1 (satu) unit handphone  merk SAMSUNG GALAXY J7 Prime  bes didalamnya  milik  RA, 1 (satu)  unit  handphone  merk  XIAOMI REDMI  NOTE  5  warna  putih  beserta  kartu  didalamnya  milik RFH, 1 (satu)  unit  handphone  merk  XIAOMI  REDMI  NOTE  5 warna putih  beserta  kartu  didalamnya  milik  MH, 1 (satu)  unit handphone  merk  LE NOVO  warna  hitam  beserta  kartu didalamnya  milik  DAM, 8 (delapan)  buah  pipet  plastik, 1 (satu) buah  tutup  botol  plastik  yang  sudah  dirakit, dan 1  (satu)  buah mancis  /  korek  api  gas.

Ramadhanto menegaskan, akibat perbuatannya, MH, FR, dan RA dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang- Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) ditambah 1/3 (sepertiga).

Sementara RFH dan DAM dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here