Foto : humas balai karantina pertanian

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– – Idul Adha merupakan hari besar agama Islam dengan penyembelihan hewan kurban. Di Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam, pastinya banyak hewan kurban seperti sapi, kambing, ataupun kerbau yang akan disembelih di hari raya Idul Adha. 

Untuk mengantisipasi beredarnya hewan kurban yang tak layak sembelih dan menjamin daging hewan kurban aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang membantu Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang pada hari Minggu tanggal 11 Agustus 2019 melakukan pemeriksaan hewan kurban di Kota Tanjungpinang.

BKP Kelas II Tanjungpinang mengutus 4 orang dokter hewan dan 5 paramedik veteriner untuk terjun dalam pemeriksaan hewan kurban.  Dokter hewan dan paramedik veteriner tersebut disebar ke 9 masjid yang ada di Tanjungpinang, seperti Masjid Al-Khairat Kampung Bulang, Masjid Zul Firdaus Bintan Centre, Masjid Al Furqon Jl. Pemuda dll. 

Foto : ist

Petugas tidak hanya memeriksa hewan kurban, namun juga memberikan jaminan kesehatan daging hewan kurban agar layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat Tanjungpinang. Pemeriksaan kesehatan hewan meliputi pemeriksaan ante mortem (sebelum hewan disembelih) dan pemeriksaan post-mortem (setelah hewan disembelih). 

Pemeriksaan ante mortem untuk mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia (zoonosis), pemeriksaan meliputi keadaan kulit, gigi dan mulut, kuku kaki, dan selaput lendir. Pemeriksan umur hewan juga dilakukan agar mendapati hewan yang sudah cukup umur dan memenuhi syarat. 

Petugas juga mengawasi bagaimana perlakuan masyarakat terhadap hewan kurban sesuai dengan animal welfare. Kesejahteraan hewan harus diperhatikan agar hewan memiliki rasa aman, tidak stress dan nyaman sebelum disembelih. 

Darah yang keluar pada saat penyembelihan juga harus ditampung di dalam lubang. Pemeriksaan post-mortem difokuskan pada pemeriksaan organ dalam, seperti hati. Hati hewan kurban rentan terserang cacing hati Fasciola hepatica. 

Jika ditemukan cacing di dalam organ hati, maka organ tersebut harus segera dibuang agar tidak untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Selain hati, organ dalam lain yang perlu untuk diperiksa yaitu paru-paru, limpa, dan ginjal. 

Foto : ist

Petugas juga memberikan masukan kepada panitia kurban, agar kantong plastic yang digunakan dalam mengemas tidak memakai plastic berwarna hitam, serta dalam pengemasan untuk daging dan jerohan agar dipisah.

Semoga pada pemeriksaan hewan kurban pada tahun 2019 ini tidak ditemukan hewan yang sakit dan masyarakat dapat aman dan tenang mengkonsumsi daging hewan kurban. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here