Lurah Tanjung Unggat, Mirwansyah saat menyambut kedatangan perwakilan puluhan warga RT 01 yang memprotes pelantikan RT karena tidak dilibatkan.

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Kelurahan Tanjung Unggat menghentikan pencarian pendataan Kartu Keluarga (KK) di wilayah RT 01/RW 01, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang. Pencarian data KK itu berdasarkan keputusan Lurah sebagai syarat agar pemilihan RT yang benar bisa dilakukan.

Namun demikian, diperjalanannya Lurah menghentikan pencarian data warga yang mendukung pemilihan RT. Alasan Lurah karena ada yang mengkomplen dari pihak Panitia yang mengaklamasikan yakni dari pihak organisasi Ikatan Pemuda Gudang Minyak (IPGM).

“Kita hentikan karena ada yang komplen dari pihak yang mengaklamasikan RT 01, tidak mungkin saya menjalankan jika ada pihak yang memprotes,” kata Lurah diruangannya, Senin (09/09/2019).

Lurah telah memanggil kembali perwakilan keduabelah pihak untuk mencari solusinya. Ia pun mengaku sudah benar melantik RT 01 berdasarkan surat berita acara dari IPGM.

Menurut penuturan Lurah, pihak IPGM mengkomplen kelurahan karena data jumlah KK sebanyak 116 KK di RT 01 itu bisa berada di pihak warga yang memprotes. Dasar itu, pihak Kelurahan menghentikan pencarian data warga.

Alasan Lurah tersebut, menimbulkan kembali kekecewaan warga. Ali Ahmad salah satu tokoh Agama warga RT 01 mengatakan, seharusnya Lurah lebih mementingkan komplen masyarakat ramai dibanding komplen dari pihak panitia.

“Mereka yang komplen ke Lurah itu paling cuma satu orang. Sedangkan kita ramai juga komplen agar buat adil, lakukan pendataan ke penduduk RT 01, kan sudah sepakat semua kemarin keputusan mediasi. siapa-siapa saja warga yang ingin pemilihan RT. Kok Lurah hentikan ini hanya karena komplen satu orang, kan Lurah membuat keputusan waktu mediasi kemarin, jika didapati 50%+1 warga yang ingin pemilihan, maka dilakukan pemilihan, semua sudah disepakati bersama,” imbuhnya.

Sedangkan Yudi, seorang warga setempat mengatakan, Lurah dalam hal ini plin plan dan tidak bisa memutuskan dengan bijaksana. Seharusnya jika Lurah paham, ia akan turun mendata siapa saja warga yang ingin pemilihan RT yang benar dilakukan. Bukan menghentikan ini dengan alasan diprotes dari satu orang.

“Kita coba minta bantuan Polres dudukkan masalah ini, sebab Lurah sepertinya tidak bisa turun langsung mendata warga yang ingin pemilihan RT, karena ada protes dari pihak panitia,” ujar Yudi.

Seperti diketahui, Bulan lalu, Lurah Tanjung Unggat Mirwansyah melantik RT 01/RW 01, kampung Gudang Minyak, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari. Pelantikan itu diduga tidak sesuai prosudur yang berlaku.

Alhasil, puluhan warga di RT 01 memprotes karena tidak dilibatkan dalam pemilihan tersebut dan mereka tidak mengetahui ada pemilihan RT dikampungnya itu. Dasar Lurah melantik RT 01 berdasarkan dua surat berita acara dari organisasi IPGM yang mengaklamasi RT lama untuk menjabat kembali menjadi RT. Bahkan, dua orang panitia yang menandatangi berita acara tersebut merupakan suami istri.

Kemudian puluhan warga meminta untuk diadakan pemilihan RT yang benar. Menanggapi itu, Lurah selanjutnya melakukan mediasi antar kebelahdua pihak dan memutuskan pemilihan ulang RT bisa dilakukan dengan syarat warga yang ingin pemilihan RT yang benar bisa mencapai 50%+1. Apabila tidak tercapai, pemilihan ulang RT tidak dilakukan dan kebelahdua pihak sepakat dengan keputusan Lurah tersebut.

Diperjalanannya, Lurah kembali menghentikan pencarian data warga disebabkan pihak panitia dari IPGM mengkomplen. Penghentian itu ternyata membuat kembali kemarahan warga. pihak IPGM atau panitia dalam hal ini belum berhasil di konfirmasi.
(Ak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here