ANAMBAS, SIJORITODAY.com – Produksi panen Padi masyarakat Petani Kecamatan Jemaja Timur seperti Desa Ulu Maras dan Desa Bukit Padi masih mendatar, Meskipun berbagai jenis bantuan telah dikucurkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) maupun Pusat dalam meningkatkan hasil Produksi para Petani di Kecamatan Jemaja Timur.

Bantuan yang diberikan menurut iswandi begitu luar biasa dan sangat memuaskan, namun Pasca banjir tahun 2018 silam mengakibatkan saluran Irigasi pada rusak, dan hingga kini saluran irigasi masih dalam masa perbaikan, sehingga untuk sementara banyak Petani yang lebih memilih untuk menanam sayuran dan palawija.

“Banyak juga bantuan yang dikucurkan oleh Pemda Anambas baik pisik maupun non pisik, seperti mesin kultipator 4 unit, pelatihan pertanian, pengembangan padi Slibu 20 hektar, Pelatihan dan pendampingan Petugas (TOT),” Tutur Iswandi, KTU Balai Benih Terpadu Kabupaten Kepulauan Anambas yang berkantor Di Jemaja Timur, Kamis (19/09/19).

Selain dari mesin dan peralatan lain nya, masyarakat Petani Desa Bukit Padi dan Desa Ulu Maras juga mendapatkan berbagai jenis bantuan yang diperoleh dari Pemerintah Pusat seperti Pupuk Organik dengan harga subsidi dan terjangkau.

“Seperti Pupuk Organik hanya Rp. 500 rupiah per kilo gram, Pupuk Orea 1800 per kilo gram, KCL 2000 Per kilo gram dan Pupuk MPK 2500 per kilo gram dan 1 orang petani masing masing mendapatkan 1 sak,” Tambah Iswandi.

Namun kata Iswandi, meski banyak bantuan yang dikucurkan baik pemerintah pusat maupun daerah, masih juga ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan subsidi ini, karena bantuan yang dikucurkan oleh Pemda masih terbatas.

“Bisa saja cukup, namun jatah per orang tidak bisa lagi 1 sak, Untuk itu diharapkan semoga ada penambahan kuota yang sebelumnya sekitar 10 Ton diharapkan kedepan bisa bertambah menjadi 30 Ton,” Harap Iswandi.

Untuk mendapatkan bantuan subsidi ini, kata iswandi, Kelompok petani terlebih dahulu membuat Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang selanjutnya diajukan ke Kabupaten dan nantinya proposal tersebut akan diteruskan ke Propinsi Kepulauan Riau.

“Kebutuhan beras untuk kepulauan Anambas saat ini sekitar 5000 Ton per tahun, semoga produksi Beras kita nantinya bisa lebih meningkat,” Tutup nya. (Bg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here