ANAMBAS, SIJORITODAY.com – Pasar Inpres merupakan pasar Tradisional Tarempa. Pasar ini dibangun semasa Tarempa masih Kecamatan hingga kini Tarempa telah berubah status dan menjadi sebuah Kabupaten yang bernama Kabupaten Kepulauan Anambas.

Seiring berjalannya waktu, harusnya ada peningkatan dalam pengelolaan Pasar Tradisional ini. Namun kenyataannya, kondisi pasar ini semakin hari, semakin parah bak seperti benang kusut yang sulit diuraikan.

Sembrautnya lokasi pasar Inpres hingga menjadi perbincangan dikalangan para pedagang serta diperparah dengan kuatnya dugaan pembiaran dari Dinas terkait maupun Perusda dengan membiarkan para pedagang kaki lima dengan seenaknya menaruh barang dagangannya sampai memakan badan jalan.

Salah satu pedagang pasar inpres akhirnya angkat bicara dengan harapan agar ada tindakan nyata yang diambil dinas terkait dalam mengatasi persoalan ketertiban maupun kebersihan pasar infres.

“Sejak awal saya berjualan disini, Pasar Infres ini tidak pernah diurus dengan baik, dari dulu penataan ruangnya memang kurang diperhatikan. hingga kini tidak ada satu petugaspun yang menata Pasar ini,” ucap Agus, Pedagang Cabe Giling di Pasar Inpres Tarempa, Selasa (01/10/19).

“Selama tujuh tahun tidak bisa diselesaikan oleh Perusda maupun Disperindag Anambas, seharusnya ada pengawasan dari mereka supaya para pedagang tidak seenaknya menaruh barang mereka di badan jalan,” tambahnya.

Padahal sambung Agus, dulunya para pedagang tiap bulannya bayar uang setoran ke Petugas yang ditunjuk untuk memungut Iuran bulanan dari Pedagang, tapi tidak kelihatan dampak positif dari iuran yang mereka bayar.

“Selama lima tahun yang lalu kita pedagang sini rutin bayar uang bulanan, tapi distribusi tidak ada menyentuh ke kita apalagi ke pedagang kaki lima. Apa yang diberikan buat pedagang, tidak ada kan!,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, bukan hanya penertiban terhadap para pedagang, kebersihan lokasi area lapak berjualan perlu juga diperhatikan.

Lokasi yang sempit, ditambah lagi dengan seenaknya pedagang menaruh dagangannya hinga sampai ke jalan. Atas hal itu, Agus berpendapat seakan-akan telah terjadi pembiaran yang dilakukan pihak Pemda Anambas dalam persoalan Pasar Inpres.

Untuk itu, Agus meminta agar ada penertiban yang dilakukan oleh Dinas terkait, itu bertujuan agar para pedagang tidak memakan akses jalan. Mengingat jalan yang begitu sempit dan susah untuk dilewati.

Selain itu, Agus juga meminta agar Pemda menyediakan tong sampah ditiap-tiap warung agar sampah tidak lagi berserakan seperti sekarang ini.

“Coba kami pedagang disini disediakan Tong Sampah, terutama pedagang Sayur, tentu tempat ini akan selalu bersih. Sekarang ini cuma saya yang punya tong sampah, yang lainnya tidak ada,” harapnya.

Kedepan, Agus berharap agar Pemerintah Daerah khususnya Perusda dan dinas terkait bisa menyelesaikan masalah sampah dan ketertiban di pasar inpres agar para pedagang maupun pengunjung merasa nyaman saat berada di sekitaran pasar ini.

Untuk mengetahui kejelasan lebih lanjut atas apa yang ceritakan Agus, melalui Telpon Genggam Wartawan Sijoritoday.com dua kali coba menghubungi Usman Kadisperindag Anambas, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan yang didapat dari yang bersangkutan. (Bg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here