TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, menggelar unjuk rasa di halaman kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Kamis (14/11).
Dalam aksi tersebut, ratusan buruh tersebut menolak secara tegas kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang naik mencapai 100 persen.
Menurut buruh, pemerintah tidak pro dengan rakyat kecil, apalagi ada ancaman bagi yang tidak membayar iuran BPJS Kesehatan, mereka tidak akan mendapatkan faslitas pelayanan publik seperti membuat KTP atau SIM.
“UMK murah, tapi iuran BPJS naik. Pemerintah membela rakyat atau menindas rakyat,” ujar Ketua DPW FSPMI Kepri, Nefrizal.
Selain itu dalam unjuk rasa tersebut, Menurut FSPMI Kepri juga menolak kenaikan UMK senilai Rp4,1 juta, karena hanya mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.
“Angka tersebut masih berada di bawah Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Batam yang mencapai sebesar Rp4,6 juta,” imbuhnya.
Pihaknya mengharapkan Pemprov Kepri melanjutkan aspirasi buruh itu ke Presiden RI, Joko Widodo.
“Karena kewenangan soal PP Nomor 78 Tahun 2015 dan kenaikan Iuran BPJS Kesehatan merupakan kewenangan pusat bukan daerah,” tegas dia.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here