BATAM, SIJORITODAY.com — Sembilan jaringan anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), merilis ada 186 orang korban sepanjang tahun 2019.

Hal tersebut terungkap pada pertemuan di lantai 9 Pasifik hotel, Batam, Kamis (12/12).
Dengan rincian TPPO dan Migran sebanyak 91 orang, perempuan 54 orang dan anak 41 orang.

Kordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau ( KKP – PMP ) Kepri, Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus.

Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri,Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus mengatakan, Batam sebagai kota transit memang perlu penanganan lebih gesit. Untuk mencegah dan memerangi kekerasan terhadap perempuan, anak dan buruh migran.

“Angka 186 itu terbanyak di Sagulung. Memang bukan pekerjaan yang mudah. Untuk itu, kami minta peran semua pihak termasuk kepolisian, agar terus menekan angka tersebut,” kata pria yang akrab disapa Romo Paschal.

Disamping itu, Romo juga mendorong agar Peraturan Daerah Kota Batam No 2 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak dimaksimalkan penerapannya oleh Pemko Batam dan stakeholder lainnya. “Dan kami mendorong agar rumah sakit pemerintah menggratiskan biaya visum kepada korban kekerasan sebanyak 400 per tahun,” tambahnya.

Sementara peran media sangatlah penting. Untuk itu, pihak Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota Batam, Anwar Sadat menjelaskan, dari sisi kegiatan jurnalis di Batam cukup membantu untuk mengekspos kasus kekerasan. Kendati, sebagai profesi yang mulia, pria pimpinan salah satu media online ini mengingatkan rambu-rambu yang boleh dan yang dilarang.

“Soal kasus ada banyak di depan mata yang kita saksikan bersama. Kita sepakat, kita perangi soal ini. Untuk teman-teman media, sebagai profesi yang mengedepankan kode etik agar mengetahui rambu-rambu dalam membuat berita. Dan kepada polisi, agar lebih terbuka dalam proses penanganan kekerasan ini,” papar Anwar.

Seperti diketahui, acara ini telah dimulai sejak 25 November – 12 Desember 2019. Sembilan wadah ini antara lain, Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, P2TP2A Kota Batam, Yayasan Embun Pelangi, Rumah Faye, Yayasan Dunia Viva Wanita, Yayasan Gerhana, Yayasan Lintas Nusa, LIBAK dan Gembala Baik. (Laka Amum Mama)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here