Foto : ist

BINTAN, SIJORITODAY.com– – Masih ingat informasi pemanggilan Bupati Bintan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu?

Kasus itu sempat menghebohkan masyarakat Kepulauan Riau, apalagi ketika beredar foto surat pemanggilan KPK yang “misteri” sumbernya, terhadap orang nomor satu di daerah tersebut.

Bahkan, surat yang bersifat rahasia itu diduga tercecer di permukaan publik khususnya di sejumlah media dan akun medsos.

“Kayaknya di temen2 media sdh ada beredar mas..sy tdk tahu sumbernya darimana. tp memang benar itu suratnya,” kata Plt KPK, Ali Fikri.

Nah, mengenai informasi pemanggilan Bupati Bintan oleh KPK, Ali Fikri membenarkan hal tersebut. Namun, Ali Fikri menyebut pemanggilan itu sebatas klarifikasi bukan pemeriksaan.

“Pemanggilan tsb hanya sebatas klarifikasi. Adapun mengenai materinya saat ini tidk bisa saya sampekan,” ujar Ali Fikri.

Meski sempat menjadi buah bibir, akhirnya Bupati Bintan, Apri Sujadi angkat bicara. Apri Sujadi mengesalkan terkait berita hoax yang menyebar beberapa waktu ini. Untuk itu, dirinya berencana akan melaporkan sejumlah media dan beberapa akun media sosial (medsos) ke pihak berwajib.

Pasalnya, sejumlah media dan beberapa akun medsos diduga memelintir konten berita terkait pemanggilan dirinya oleh lembaga KPK.

Kepada sejumlah awak media di Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Bentan Buyu, Rabu (8/1) siang, Apri Sujadi yang merupakan Wakil Ketua Dewan Kawasan FTZ Bintan membenarkan pemanggilan dirinya namun pemanggilan tersebut hanya sebatas klarifikasi pengelolaan FTZ.

Namun dirinya menyayangkan adanya beberapa media dan akun Medsos yang memelintir dan  mengaitkan dirinya dengan kegiatan penyelundupan rokok, mikol sampai dengan kepemilikan rekening kasino.

“Secara tegas saya tidak memiliki rekening kasino, dan itu berita Hoax ” ujarnya

Ia menyampaikan, secara pribadi dirinya dirugikan atas tersebarnya konten pemberitaan dan akun medsos yang memelintir atas pemberitaan tersebut.

“Hal yang sama sekali tidak saya lakukan, jelas secara pribadi saya dirugikan. Saya pikir segera akan dikaji dan perlu ditempuh jalur hukum,” tegasnya

Ditambahkannya juga bahwa, untuk media yang sudah memelintir konten dalam pemberitaan terkait dirinya, pihaknya akan berkoordinasi ke Dewan Pers sebelum nantinya bisa menempuh jalur hukum.

Selain itu, ia juga menyesalkan, sepucuk surat dari lembaga antirasuah yang seharusnya ditujukan ke dirinya dan surat bersifat rahasia itu seharusnya bukan untuk tersebar ke publik.

“Surat itu resmi dari lembaga pemerintah masuk ke Kantor Bupati. Perlu digarisbawahi sifatnya khusus, makanya rahasia. Surat itu masuk ke bagian umum, baru ke saya. Namun, saya tidak mau menyebutkan nama (Diduga membocorkan surat), jejak elektronik kan ada, dan ada saatnya kita buka-bukaan,” tutupnya. (TF)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here