Kepala Badan Pusat Statistik Kepri, Zulkifli

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau merilis jumlah penduduk miskin di Kepri pada September 2019 mencapai 127.758 orang. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 704 orang dibandingkan Maret 2019.

“Sementara dengan September tahun 2018 jumlah penduduk miskin naik sebanyak 2.396 orang,” ungkap Kepala BPS Kepri, Zulkifli.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2019-September 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah dari 104.207 orang menjadi 104.234 orang, sedangkan daerah perdesaan berkurang 24.254 orang menjadi 23.524 orang.

“Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 5,33 persen menjadi 5,26 persen. Sedangkan di perdesaan penurunannya sebesar 0,3 dari 11,04 persen menjadi 10,67 persen,” imbuhnya.

Dia menyatakan, komoditi makanan jenis beras dan rokok kretek filter menjadi penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan di wilayah Kepri baik di perkotaan maupun perdesaan.

“Beras dan rokok penyumbang pertama dan kedua pada garis kemiskinan di Kepri periode bulan September 2019,” ujarnya.

Menurut Zulkifli, beras memberi sumbangan sebesar 15,35 persen di perkotaan dan 20,63 persen di perdesaan, kemudian rokok kretek

filter memberikan sumbangan 8,83 persen di perkotaan dan 13,44 persen di perdesaan.

Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3,79 persen di perkotaan dan 4,97 persen di perdesaan, kue basah 3,24 persen di perkotaan dan 4,40 persen di perdesaan, tongkol/tuna/cakalang 2,52 persen di perkotaan dan 4,97 di perdesaan, dan seterusnya.

“Komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada garis kemiskinan perkotaan dan perdesaan adalah perumahan, listrik, dan bensin,” jelasnya.

Dia katakan, garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin.

Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pada September 2019 BPS menetapkan garis kemiskinan ialah Rp602.038 per kapita perbulan. Nilai garis kemiskinan naik sebesar 1,34 persen dibanding September 2018 sebesar Rp567.972 per kapita per bulan.

“66,45 persen garis kemiskinan pada

September 2019 disumbang oleh komoditi makanan,” sebut Zulkipli.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here