BATAM, SIJORITODAY.com — Direktur Penanaman Lalin dan Penanaman Modal BP Batam, Purnomo Andiantonoami meminta maaf kepada pengusaha dan importir, terkait kuota. Oleh sebab itu, dirinya mengundang seluruh pengusaha dan importir guna mengklarifikasi perihal kuota yang belum bisa ditentukan, Kamis (16/1/2020) kemarin.

“Karena untuk perhitungan itu, bukan hanya di BP Batam saja, tapi harus dengan instansi terkait lainnya, yang pertama, dan yang kedua kita juga minta partisipasi, November tahun lalu, dari perusahaan, mungkin karena sibuk dengan tutup buku perhitungan pajak di akhir tahun, itu juga belum maksimal,” kata Purnomo.

Sebab, kata Purnomo, dari dari 800 perusahaan importir baru 200 an perusahaan yang merespon, dan dari 2900 HS Code baru 1995 HS Code yang masuk, hal itu yang menggangu sehingga pihaknya tidak bisa menentukan kuota induk

Akibatnya sesuai Perka nomor 11 tahun 2019 tentang pemasukan barang, bahwa pemberian ijin masuk itu harus sesuai kuota induk tidak bisa dilakukan. Sehingga belum ada kuota induk itu sebanyak 171 pemohon tidak dapat diproses.

“Untuk itu kami kumpulkan semua pengusaha dan importir, takut akan mengganggu perekonomian di Batam,” imbuhnya. (Laka Amun Mama)

Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here